Ketika Azan Ashar Hentikan Aksi Massa FUI Tuntut Pemilu Jurdil
JAKARTA, iNews.id - Sejumlah peserta aksi massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) melakukan salat Ashar berjemaah di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (1/3/2019).
Berdasarkan pantauan iNews.id, sejumlah tokoh tengah melakukan orasi untuk mengingatkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menggelar pemilu yang bersih, jujur, adil, dan pemilu yang tanpa kecurangan.
Namun, azan Ashar pun berkumandang di depan Kantor KPU Pusat. Sejumlah tokoh itu pun langsung memberhentikan orasinya. Selepas azan sejumlah massa aksi pun langsung menunaikan ibadah salat Ashar di tempat berlangsungnya aksi.
Sebelumnya, massa aksi laki-laki juga melangsungkan ibadah salat Jumat di masjid agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Melalui masjid tersebut, massa mengawali aksi Long March untuk menuju gedung Kantor KPU Pusat.
Massa Aksi Damai FUI Tuntut Pemilu Jurdil Putihkan Sekitar Kantor KPU
Di atas mobil Komando, Sekretaris Jenderal (Sekjen) FUI, Al-Khattath menyampaikan aksi damai ini mengingatkan kepada serangan umum 1 Maret di Jogja, uakni pejuang-pejuang Republik Indonesia saat itu berjuang untuk melawan Belanda.
"Mudah-mudahan ini, semangat kita adalah semangat jihad fisabilillah, semangat jihad konstitusi untuk menjaga NKRI agar tidak diambil oleh asing dan aseng," kata Al-Khattath, di depan kantor KPU, Jakarta, Jumat (1/3/2019).
Polisi Buat Sekat antara Massa Aksi FUI dan MJI di Depan KPU

Dia menyampaikan, pada 17 April 2019 adalah hari penentuan umat Islam Indonesia. Hari penentuan ada atau tidak umat Islam di Indonesia itu adalah pada 17 April mendatang. Dia menegaskan apabila salah memilih pemimpin, habis semua umat Islam.
"Oleh karena itu, jangan sampai salah memimpin, setuju? Dan lebih dari itu kita yakin bahwa 17 April adalah hari kemenangan umat Islam di Indonesia," ujarnya.
"Jangan lupa Saudara-saudara, kemenangan kita bisa diserobot oleh orang, betul? Maka jangan dibiarkan, harus kita jaga setuju? Oleh karena itu kenapa kita datang ke KPU, semata-mata adalah untuk menjaga agar kemenangan tidak diserobot oleh orang," tambahnya.
Editor: Djibril Muhammad