Korban Penipuan Travel, Sejumlah Orang Tua Siswa Lapor Polisi
JAKARTA, iNews.id - Sejumlah orang tua siswa SD kelas internasional, Yayasan Bosowa Bina Insani, Bogor, Jawa Barat diduga menjadi korban penipuan salah satu travel. Mereka kemudian melaporkan dugaan penipuan itu ke Polsek Tanah Sereal.
Salah satu perwakilan orang tua siswa, Devi Maharani mengaku menemukan kejanggalan dalam studi banding ke Singapura. Dia mengungkapkan, ketika pihaknya mengecek pemesanan hotel dan pesawat ternyata tidak ada sesuai yang dijanjikan pihak travel.
"Yang sedih pihak yayasan yang cukup besar sebagai yayasan yang menaungi sekolah anak kami nampak tidak ada suara," ujar Devi melalui pesan singkatnya kepada iNews.id, Minggu (1/4/2018).
Para orang tua menuntut paspor anak mereka dan dana yang sudah dikeluarkan (school connecting trip) segera dikembalikan. "Paspor anak kami dihilangkan sengaja. Ketemu beberapa tapi fotonya dipotong," ucapnya.
Dia menceritakan kronologinya berawal pada akhir 2017 pihak sekolah bermaksud mengadakan program School Connecting Trip (SCT) untuk kelas lima internasional ke Singapura dari 26-30 Maret 2018. Pihak sekolah sudah mengumumkan dan menunjuk langsung lembaga IMPACT sebagai vendor untuk acara tersebut. Sesuai kesepakatan, akhirnya diputuskan tiap siswa dikenakan biaya Rp7.000.000.
Namun, kecurigaan mereka mulai muncul ketika mengalami kesulitan untuk komunikasi dengan pihak sekolah maupun vendor sekadar untuk memastikan.
Sementara itu Kepala Sekolah SD kelas internasional, Yayasan Bosowa Bina Insani, Tuesty Septianty ketika dikonfirmasi melalui telepon enggan menjelaskan. "Maaf ya saya bukan yang punya kapasitas untuk menjelaskan itu," ucap Tuesty.
Direktur Yayasan Bosowa Bina Insani, Sudirman ketika dikonfirmasi juga belum bisa dihubungi.
Kasus penipuan oleh pihak travel belakangan ini sedang marak meramaikan pemberitaan. Bahkan,empat biro perjalanan untuk ibadah umrah dicabut izin operasionalnya oleh Kementerian Agama (Kemenag). Surat keputusan (SK) tentang pencabutan izin operasional empat pelaku bisnis umrah tersebut diterbitkan hari ini, Selasa, 27 Maret 2018.
Editor: Kurnia Illahi