Kota Tangerang Tambah Fasilitas Taman Tematik bagi Difabel
JAKARTA, iNews.id – Pemerintah Kota Tangerang, Banten, akan menambah fasilitas di taman-taman tematik, termasuk untuk difabel. Kepala Bidang Pertamanan Kota Tangerang, Tihar Sopian mengatakan, penambahan taman bertujuan agar masyarakat maupun wisatawan semakin merasa nyaman saat berada di kota penyangga Jakarta itu.
“Kami bangun juga taman bermain terpadu, termasuk juga jalur khusus untuk teman-teman penyadang disabilitas,” ujar Tihar di Tangerang, Jumat (20/7/2018).
Dia menuturkan, keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) saat ini seolah telah menjadi keharusan bagi sebuah kota. Selain menjadi paru-paru kota dan daerah resapan, RTH juga menjadi pusat aktivitas masyarakat perkotaan, mulai dari olahraga sampai rekreasi keluarga.
Tidak mengherankan bila kemudian banyak kota-kota besar berbenah dengan mempercantik dan membangun taman-taman untuk memanjakan warganya. Begitu pula halnya dengan Tangerang, kata Tihar, yang memang memiliki konsentrasi mewujudkan kota layak huni (liveable city).
Dia menjelaskan, Pemerintah Kota Tangerang dalam beberapa tahun terakhir telah membangun tidak kurang dari 27 taman tematik, 52 taman lingkungan dan RTH untuk mempercantik kota. Bahkan, pembangunan beberapa taman tematik seperti Taman Gajah dan Taman Potret, sama sekali tidak menggunakan dana APBD. Taman-taman itu dibangun menggunakan dana CSR (corporate social responsibility) yang dikeluarkan oleh perusahaan-perusahan di Kota Tangerang.
Tihar juga mengatakan, keberadaan taman-taman tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat ataupun komunitas untuk aktivitas acara mereka. Namun dengan catatan, acara yang digelar mesti jelas tujuannya, tidak berbau SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), dan tidak bertujuan untuk kepentingan politik praktis.
“(Bagi yang mau mengadakan acara di taman) silakan kirim surat permohonan ke Dinas Budaya, Pariwisata, dan Pertamanan Kota Tangerang, biar nanti kami follow up. (Izin penggunaan tamam) itu semua gratis, asal mereka juga tidak merusak fasilitas yang ada,” tutur Tihar.
Dia mengungkapkan, selama ini sebenarnya sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan keberadaan RTH di Tangerang untuk berbagai acara. “Tiap minggu itu ada komunitas Beksi (aliran silat Betawi) yang memang latihan di sana. Palang Pintu juga ada, bahkan anak-anak band juga pernah bikin acara di Eco Park Neglasari. Bahkan banyak yang foto pre-wedding di taman-taman tersebut, dan itu enggak dipungut biaya,” ucap Tihar.
Editor: Ahmad Islamy Jamil