Kubu Nikita Mirzani Protes Tak Bisa Masuk PN Jaksel: Ini Sidang Terbuka!
JAKARTA, iNews.id - Tim dari artis Nikita Mirzani melayangkan protes lantaran tidak bisa memasuki Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (14/8/2025). Mereka tidak bisa masuk lantaran pihak pengadilan membatasi ketat jumlah pengunjung.
"Halo, halo, ini sidang terbuka, apakah tidak bisa masuk? Ini sudah mau jam 11 lho, nanti kalau Nikita tidak bisa makan, tidak bisa apa-apa bagaimana? Ini timnya Nikita lho, kalau tidak bisa masuk semua cukup saya saja nanti saya jamin," kata pria yang mengaku sebagai tim Nikita Mirzani.
Meski berteriak-teriak, petugas PN Jaksel tak bergeming. Mereka bersikukuh tentang pembatasan tersebut.
Tak hanya tim Nikita, tim Reza Gladys pun mengaku tak bisa masuk ke pengadilan. Salah satunya mempertanyakan kebijakan itu kepada petugas keamanan.
Nikita Mirzani Protes Jaksa Tak Netral, Sidang Sempat Diskors gegara Ricuh
"Eh ini kami juga dari tim Reza lho tidak bisa masuk," kata pria yang mengaku tim Reza.
Berdasarkan pantauan, sejumlah petugas berjaga di pintu masuk pengadilan. Mereka menanyai setiap pengunjung yang datang.
Emosi Nikita Mirzani Meledak usai Sidang Hari Ini Ditutup: Berobat Bisa Besok!
Satu Orang Pingsan di Sidang Nikita Mirzani, Kondisinya Mengkhawatirkan
Pengunjung yang masuk tanpa menghadiri suatu sidang dilarang masuk. Sementara itu, awak media hanya dibatasi 50 orang yang boleh masuk ke dalam pengadilan.
Sebagai gantinya, pengadilan menyediakan tenda berikut televisi besar untuk peliputan media yang tak bisa masuk ke pengadilan.
Kronologi Lengkap Nikita Mirzani Murka ke Hakim gegara Bukti Rekaman Tidak Diputar!
Petugas keamanan PN Jaksel menyebutkan, pengetatan penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi keributan yang pernah terjadi sebelumnya.
"Jadi yang tak ada keperluan persidangan tidak bisa masuk, sedangkan media hanya dibatasi 50 saja. Makanya diarahkan ke depan itu (tenda televisi), jadi biar steril," kata petugas pengadilan, Kamis (14/8/2025).
Terpantau puluhan polisi melakukan penjagaan secara ketat. Puluhan personel bersiaga di pintu gerbang dan area depan pengadilan.
Editor: Rizky Agustian