Kuli Panggul Dirampok di Tanah Abang, Minta Tolong Tak Ada yang Respons
JAKARTA, iNews.id - Pria berinisial AM (24) menjadi korban perampokan dan penganiayaan sekelompok orang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Barang berharga miliknya berupa ponsel dan uang dirampas para pelaku.
Dia telah melaporkan peristiwa itu ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan: LP/B/4784/VIII/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 15 Agustus 2024. Peristiwa itu tengah diselidiki Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
AM menjelaskan, peristiwa bermula saat dirinya pulang kerja sebagai kuli panggul di perusahaan ekspedisi pada Kamis (15/8/2024) malam. Dia diantar oleh temannya sampai jarak 10 meter dari Stasiun Tanah Abang.
"Saya tiba-tiba saja saya pas turun dari motor, langsung dipukulin sama mereka, digeledah tas saya semua, diambil handphone saya, dompet. Dompetnya dipulangin, cuma posisinya kosong, enggak ada apa-apa. KTP sama STNK enggak ada. Dipulangkan pas itu juga," kata AM, Jumat (16/8/2024).
Lansia 74 Tahun Tewas Berlumuran Darah di Sergai, Dirampok dan Dibunuh Tetangga
Saat dirampok, AM sempat berteriak untuk meminta tolong kepada orang di sekitar, namun tak ada yang mengacuhkan teriakannya. Padahal, peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan kondisi masih ramai.
"Posisi keamanan di sana kan ada satpam stasiun, satpam halte juga di sana. Saya teriak-teriak minta tolong enggak ada yang respons. Mereka cuek, pura-pura enggak lihat semua," jelasnya.
Mandor Tebu di Rembang Dirampok usai Pulang dari Bank, Pelaku Sebar Uang ke Jalanan
AM mengaku sempat memohon kepada para pelaku untuk mengembalikan ponselnya, namun dia justru dipukuli hingga diancam akan dibunuh.
"Mohon-mohon minta HP saya balik, tapi malah dipukulin terus-terusan. Dipukul di bagian kepala, di bagian badan, semuanya, ditendang-tendang, banyaknya, diinjek sama mereka," jelasnya.
Relawan Prabowo-Gibran Ngaku Dirampok, Sejumlah Dokumen Hilang
Tidak berhenti di situ, pelaku bahkan diminta uang tebusan jika ingin ponselnya dikembalikan. AM pun langsung lari dan meminta bantuan kepada pamannya yang sudah berada di dalam Stasiun Tanah Abang.
"Ancaman sama mereka kalau saya enggak berhenti minta HP saya, saya akan dibunuh. Saya sudah diancam sama batu bata itu," imbuhnya.
Kapuas Hulu Gempar, Perempuan Tewas dengan 6 Luka Tembak Diduga Dirampok
Editor: Rizky Agustian