Lalu Lintas Jakarta Masih Sepi di H+5 Lebaran, Pekerja: Kalau Gini Terus kan Enak
JAKARTA, iNews.id - Arus lalu lintas di Jakarta cenderung masih lengang pada H+5 Lebaran 2026 atau Kamis (26/3/2026). Kondisi ini terjadi disinyalir karena sebagian warga masih berada di kampung halaman.
Pantauan di sejumlah ruas jalan utama menunjukkan volume lalu lintas belum kembali normal seperti hari biasa. Kepadatan yang biasanya terjadi pada jam sibuk, khususnya pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, belum terlihat signifikan.
Diperkirakan, lonjakan arus kendaraan baru akan terjadi pada 29 Maret 2026 seiring dengan berakhirnya masa libur sekolah dan kembalinya para pemudik ke ibu kota.
Situasi ini pun dirasakan langsung oleh para pekerja di Jakarta. Perjalanan menuju tempat kerja menjadi lebih nyaman tanpa harus berdesakan di jalan.
Arus Balik Lebaran, Kemenhub Imbau Warga Hindari Ketapang-Gilimanuk pada 26 hingga 29 Maret
“Biasanya jam 7 sampai jam 9 itu penuh banget, sesak di kereta. Kalau sekarang masih enak buat berangkat. Kalau begini terus kan enak. Coba gini terus,” ujar Ramdhani, karyawan swasta saat ditemui di Stasiun MRT Haji Nawi, Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Sehari-hari, pria berusia 29 tahun itu berangkat kerja menggunakan MRT dari Lebak Bulus menuju kawasan Sudirman. Dia mengaku telah bekerja di Jakarta selama tiga tahun.
Korlantas Ungkap Fatalitas Kecelakaan Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Turun 30,41 Persen
Imbas Banjir di Jalur Ketanggungan Brebes, Arus Balik Menuju Tol Pejagan Macet Parah
Menurutnya, kondisi penumpang transportasi umum dan jalanan saat ini jauh lebih lengang dibanding hari normal.
"Jalan-jalanan juga sepi, ya agak ramai kadang tapi enggak seramai kayak biasanya kan. Macet juga jarang," ungkapnya.
Korlantas Siapkan One Way hingga Contraflow Hadapi Puncak Arus Balik Kedua pada 29 Maret
Dia menyebut, selama Lebaran tahun ini dirinya menikmati masa libur sejak 18 hingga 24 Maret 2026 untuk pulang ke kampung halaman dan bertemu orang tua. Tradisi mudik tersebut rutin dilakukan setiap tahun.
"Karena orang tua juga pasti nanyain terus kan kapan pulang," ungkapnya.
Dwi Lestari, pegawai administrasi yang bekerja di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan menyampaikan hal serupa. Perempuan berusia 27 tahun itu mengatakan waktu tempuh perjalanannya berkurang cukup signifikan.
“Biasanya dari Depok ke kantor bisa sampai satu setengah jam, sekarang paling 45 menit sudah sampai. Lebih cepat dan nggak capek di jalan,” ujar Dwi.
Dwi yang sehari-hari menggunakan KRL Commuter Line juga merasakan kondisi gerbong yang tidak terlalu padat seperti biasanya.
“Kalau hari normal itu berdiri saja susah, sekarang masih bisa duduk. Jadi lebih nyaman banget,” katanya.
Editor: Rizky Agustian