Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gaji Nakes di Jakarta Disebut Tak Naik 10 Tahun, Pramono Buka Suara
Advertisement . Scroll to see content

Lonjakan Kasus Covid-19, RSUD Bekasi Butuh Tambahan Tenaga Kesehatan

Senin, 05 Juli 2021 - 15:47:00 WIB
Lonjakan Kasus Covid-19, RSUD Bekasi Butuh Tambahan Tenaga Kesehatan
Tenaga kesehatan merawat pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet. (Foto Antara).
Advertisement . Scroll to see content

BEKASI, iNews.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi membutuhkan tambahan tenaga kesehatan guna memaksimalkan penanganan pasien terpapar Covid-19. Sebab, sebanyak 60 lebih tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut terpapar Covid-19.

Direktur Utama RSUD Kabupaten Bekasi, Sumarti mengatakan, banyaknya tenaga medis yang terpapar Covid-19 membuat pihaknya sangat kewalahan karena kekurangan tenaga medis.

”Kalau memungkinkan ada relawan yang ditempatkan di RSUD, itu pasti akan banyak membantu. Jumlah tenaga kesehatan sangat minim,” katanya, Senin (5/7/2021).

Menurut dia, akibat minimnya tenaga medis tersebut membuat rumah sakit tersebut menjadi kewalahan karena pasien terus berdatangan. Apalagi, puluhan tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter, tenaga pendamping pasien, perawat, hingga bagian administrasi itu kini tengah menjalani isolasi mandiri.

”Mereka isoman, dan begejala ringan tidak berat,” ungkapnya.

Sumarti mengatakan sudah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi keterbatasan tenaga kesehatan itu seperti mengurangi pelayanan ruangan rawat inap pasien non Covid-19 sehingga perawat bisa dimobilisasi untuk penanganan Covid-19. Kemudian membuka pendaftaran dan seleksi tenaga kesehatan. 

Sebanyak 16 dari total 20 orang pelamar dinyatakan lulus dan telah ditempatkan di posisi masing-masing. Dia menyebut rekrutmen atau seleksi penerimaan tenaga kesehatan yang sempat dilakukan juga belum mampu menjawab kekurangan tenaga kesehatan di rumah sakit pelat merah milik Kabupaten Bekasi itu.

Dia akan terus melakukan rekrutmen perawat sehingga jumlah perawat dapat setara dengan penambahan tempat tidur ruang isolasi pasien Covid-19.”Hari ini saya ikut rapat bersama Bappeda, BPBD, dan Plh Sekda Kabupaten Bekasi. Salah satu yang akan dibahas adalah jumlah tenaga kesehatan ini,” ucapnya.

RSUD Kabupaten Bekasi saat ini berkapasitas 236 tempat tidur isolasi pasien Covid-18 dengan 16 ruangan di antaranya difungsikan khusus bagi pasien Covid-19 bergejala sedang hingga berat dan memiliki riwayat penyakit kritis.

”Saat ini sudah 220 dengan yang critical illness itu sudah 16, berarti 236. Nanti itu kita menuju 317 ruang,” katanya.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut