Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo: Jadi Presiden Gak Gampang, Berat
Advertisement . Scroll to see content

Makin Malam Mahasiswa Lakukan Duduk Diam di Aksi Indonesia Gelap, Ini Maksudnya

Senin, 17 Februari 2025 - 20:23:00 WIB
Makin Malam Mahasiswa Lakukan Duduk Diam di Aksi Indonesia Gelap, Ini Maksudnya
Mahasiswa dalam aksi demonstrasi Indonesia Gelap melakukan aksi duduk diam di depan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). (Foto: Danandaya Arya Putra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mahasiswa dalam aksi demonstrasi Indonesia Gelap melakukan aksi duduk diam di depan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). Hingga malam hari, para peserta aksi pun belum membubarkan diri.

Berdasarkan pantauan iNews.id di lokasi, setelah melaksanakan salat magrib mahasiswa memilih untuk melakukan aksi duduk diam. Mereka tak akan membubarkan diri sebelum pihak istana menemuinya.

"Kawan-kawan setelah ini kita akan lakukan aksi duduk diam, untuk perempuan berada di depan laki-laki di barisan belakang," ucap orator dari atas mobil komando.

"Kita tetap di sini, menunggu pihak dari istana keluar, setuju kawan-kawan," kata orator disambut teriakan setuju.

Nampak para mahasiswa duduk di Jalan Medan Merdeka Barat. Dari atas mobil pun orator mengajak peserta aksi menyanyikan Tanah Airku dan membacakan lima sila Pancasila.

Pada aksi hari ini, mahasiswa mengkritik kebijakan pemerintah soal efesiensi anggaran demi kelancaran program makan bergizi gratis (MBG). 

"MGB katanya, siangnya anaknya dapat makan siang gratis tapi malamnya anaknya ga makan karena orang tuanya di pecat oleh negara," ucap orator.

Sebagai informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia Seluruh Indonesia (BEM SI) mengungkap tema 'Indonesia Gelap' karena menganggap seluruh kebijakan pemerintah yang dilaksanakan tanpa adanya transparansi. 

“Secara umum 'Indonesia Gelap' kita memaknai bahwa kebijakan-kebijakan hari ini yang selalu dikeluarkan dan dijanjikan gelap tanpa ada terangnya,” ucap Koordinator BEM SI Herianto saat dihubungi.

Tema ini juga sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah yang selalu berharap terciptanya Indonesia emas 2045. Kata dia bagaimana mau mewujudkan Indonesia emas 2045 sedangkan beragam kebijakan saja tidak pro terhadap generasi muda.

"Ya jelas ini sindiran keras bagaimana mungkin mau indonesia emas sedangkan kebijakan yang dihadirkan tidak berpihak ke generasi-generasi muda yang menjadi pelopor emasnya," tuturnya.

“Contohnya lapangan pekerjaan, pendidikan yang belum memadai,” sambungnya.

Dalam aksi hari ini, mahasiswa membawa 5 tuntutan, di antaranya:

1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat.

2. Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik.

3. Melakukan pencairan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokratis dan pemotongan yang merugikan.

4. Mengevaluasi total program MBG dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.

5. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut