Mal Bay Walk Pluit Kini Berstiker Menunggak Pajak Rp5,4 Miliar

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 20:44 WIB
Mal Bay Walk Pluit Kini Berstiker Menunggak Pajak Rp5,4 Miliar

Petugas BPRD DKI Jakarta dan KPK menempelkan stiker belum melunasi pajak terhadap Mal Bay Walk Pluit, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Utara bersama Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terus menggenjot potensi pendapatan daerah dengan melakukan inspeksi mendadak terhadap bangunan maupun kendaraan mewah yang menunggak pajak. Sidak pertama dilakukan terhadap pemilik mobil mewah di apartemen Regatta, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sidak kedua digelar di Mal Bay Walk Pluit. Wakil Kepala BPRD DKI Jakarta, Yuandi Bayak Miko mengatakan, mal tersebut menunggak Pajak Bumi Bangunan (PBB) tahun 2019 sebesar Rp5,4 miliar."Berdasarkan penelitian administrasi ternyata masih ada dua NOP (Nomor Objek Pajak) daripada mal tersebut yang belum terbayarkan hingga saat ini dengan nominal kurang lebih sekitar Rp5,4 miliar," katanya usai memberikan stiker di pintu masuk Mal Bay Walk Pluit, Kamis (5/12/2019).

Yuandi mengatakan, BPRD telah mengingatkan pengelola Mal Bay Walk pada 16 September 2019, yang merupakan tanggal jatuh tempo membayar pajak. Namun, setelah diberikan teguran pengelola mal tidak segera membayar sehingga dilakukan pemasangan stiker.

"Kami sudah pasangkan stiker bahwa objek tersebut belum berbayar dan kita harapkan bisa dibayarkan dalam waktu yang secepat-cepatnya sehingga kita bisa buka kembali sticker tersebut," ujarnya.

Selain Mal Bay Walk, Yuandi menuturkan, petugas juga memberikan stiker yang sama terhadap sebuah restauran Nama Shusi. Restoran tersebut berada di dalam Mal Bay Walk.

"Kita juga telah memasang stiker terhadap salah satu objek restauran dengan kriteria bahwa mereka tidak melakukan pembayaran setoran masak setiap bulannya dan kita harapkan juga ini bisa dilakukan pembayaran segera sehingga stiker tersebut bisa kita lepas secepatnya," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad