Masjid dan Gereja di Bekasi Ditargetkan Kembali Buka Pekan Depan
JAKARTA, iNews.id - Jumlah penyebaran virus Corona atau Covid-19 semakin menurun di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyiapkan skenario tempat ibadah, temapt usaha kembali dibuka normal pekan depan.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan masih terus mengkaji opsi tersebut. Namun, opsi tersebut dinilai rasional.
"Saya ulang lagi, insyaallah minggu depan sudah bisa melakukan keigatan ibadah di daerah yang dinyatakan hijau," kata Rahmat saat berada di mal Summarecon, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020).
Rahmat yang mendampingi Presiden Joko Widodo bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau kesiapan penerapan prosedur standar "New Normal" di sarana perniagaan. Presiden Jokowi berada di lokasi mal itu sekitar 15 menit.
Sebelumnya diketahui Pemkot Bekasi mengizinkan masjid di 51 kelurahan Kota Bekasi yang masuk dalam zona hijau menggelar salat Idul Fitri 1441 H dengan penerapan protokol kesehatan yaitu jamaah diwajibkan memakai masker, shaf berjarak 1,5 meter, dan pengurus masjid menyediakan tempat cuci tangan di masjid.
"Daerah hijau sampai dengan saat ini ada 50, dari 56 kelurahan loh, jadi tidak sampe 10 persen (yang zona merah)," kata Rahmat.
Terkait pembukaan mal atau lokasi perbelanjaan lainnya, menurut Rahmat akan dilakukan setidaknya mulai 4 Juni 2020.
"Kalaupun harus buka minimal 4 Juni, karena DKI pada 4 Juni juga. Jangan sampai warga DKI sampai ke sini, kalau kapasitas 10 ribu, kita 5 ribu dulu yang masuk, kita atur," kata Rahmat.
Dia juga mengaku sudah mulai memerintahkan pengurangan kapasitas mal untuk dikunjungi warga.
"Dari semalam sudah saya suruh, yang biasa satu meja ada empat kursi, sekarang hanya dua kursi, terus antrian sudah saya buat sedemikian rupa," kata Rahmat.
Menurut Rahmat, kota Bekasi jadi percontohan untuk mulai membuka mal karena R0 kota Bekasi pada angka 0,71.
"Karena dari Maret kita sudah melakukan siaga darurat bencana dan 3 kali melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), pada PSBB sekarang ini, apa yang disampaikan Pak Presiden adalah 'new normal'. Tatanan kehidupan baru, masyarakat produktif melawan covid, itu terjemahan saya," ucap Rahmat.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq