Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jemaah di Masjid Baitul Mu'minin Antusias Ikuti Cahaya Hati Indonesia iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

Megahnya Masjid Al Hurriyah Pasar Minggu, Berdiri 2 Lantai Mampu Tampung 1.000 Jemaah

Minggu, 08 November 2026 - 15:20:00 WIB
Megahnya Masjid Al Hurriyah Pasar Minggu, Berdiri 2 Lantai Mampu Tampung 1.000 Jemaah
Masjid Al Hurriyah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berdiri megah dengan bangunan dua lantai yang lebih luas dan nyaman setelah dipindahkan dari Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Masjid Al Hurriyah kini berdiri megah di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, setelah berpindah dari Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Bangunan dua lantai ini hadir dengan fasilitas lebih luas dan akses strategis untuk menunjang kenyamanan ibadah sekaligus aktivitas keagamaan masyarakat.

Masjid yang berlokasi di Jalan Batu Merah IV, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu ini menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan warga setempat. Kehadirannya juga memberikan manfaat bagi masyarakat setelah masjid tersebut dipindahkan dari lokasi sebelumnya di Kebon Sirih.

Masjid Al Hurriyah berdiri di atas lahan seluas 1.290 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 1.010 meter persegi. Bangunan tersebut jauh lebih luas dibandingkan lokasi sebelumnya di Kebon Sirih yang memiliki luas lahan 595 meter persegi dan luas bangunan 700 meter persegi.

Masjid dua lantai ini mengusung konsep arsitektur terbuka dan ramah lingkungan. Desain tersebut memperhatikan pencahayaan alami serta sirkulasi udara agar jemaah dapat beribadah dengan nyaman.

Ruang salat utama memiliki langit-langit tinggi dan area yang lapang. Sementara itu, lantai kedua menyediakan ruang ibadah khusus perempuan.

Menurut keterangan PT GLD Property, masjid pengganti ini memiliki kapasitas hingga 800 jemaah dan telah digunakan untuk kegiatan ibadah sejak 2020. Sementara itu, keterangan pengelola menyebut kapasitas masjid kini mencapai 1.000 jemaah.

Selain memiliki bangunan lebih luas, lokasi baru Masjid Al Hurriyah juga dinilai lebih strategis. Jika sebelumnya berada di dalam gang kawasan Kebon Sirih, kini masjid berdiri di pinggir jalan dan lebih mudah dijangkau menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Apakah perpindahan tersebut membuat akses masyarakat menuju masjid semakin mudah?

Ketua DKM Masjid Al Hurriyah Pejaten Timur menjelaskan, lokasi baru memiliki keunggulan dari sisi akses transportasi dan kenyamanan lingkungan.

"Untuk dari jangkauannya sebetulnya sih sangat strategis, kalau dipikir lebih dekat karena dari akses transportasi itu lebih mudah seperti itu," ujarnya.

Dia juga menilai desain bangunan yang terbuka membuat sirkulasi udara lebih baik dibandingkan lokasi sebelumnya.

"Nah, dari letak dari yang masjid yang lama itu akan agak masuk ke dalam gang. Kalau ini di pinggir jalan dan apa, model seperti sirkulasi udaranya ini sangat terbuka, jadi menyebabkan jemaah lebih nyaman dan lebih sejuk seperti itu," katanya.

Manfaat kehadiran masjid ini juga dirasakan warga sekitar. Mantan Ketua RT 09 RW 02 Pejaten Timur, Agus Salam, yang menyaksikan proses pembangunan sejak awal, menyebut masyarakat menyambut baik keberadaan Masjid Al Hurriyah.

Menurutnya, masjid tersebut memudahkan warga untuk menjalankan ibadah karena kini memiliki tempat salat yang lebih dekat.

"Alhamdulillah sih bersyukur karena lebih dekat ada masjid. Tadi kan masjid jauh-jauh. Nah, jadi selama ada bangunan masjid jemahnya banyak ya setiap salat Jumat. Cuma pengajiannya kalau malam-malam itu enggak ada. Cuma ada sekolah," ucapnya.

Kebahagiaan serupa dirasakan warga yang sebelumnya tinggal di kawasan Kebon Sirih. M Yamin mengaku merasakan manfaat dari bangunan baru yang lebih luas serta akses transportasi yang semakin mudah.

"Alhamdulillah kalau sampai saat ini apa yang dirasakan oleh kita semua lebih luas dua kali lipat dan kondisinya juga untuk transportasi sangat mudah karena transportasinya kereta api turun depan masjid. Jadi biar manfaatnya kelihatan ya inilah dipindahkan ini ya jelas-jelas sudah kelihatan manfaatnya," ucapnya.

Tak hanya menjadi tempat ibadah, Masjid Al Hurriyah juga menjadi ruang singgah bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar Pasar Minggu.

Salah satunya Koko Azuri, pengemudi ojek online yang hampir setiap hari beristirahat di masjid tersebut sembari menunggu pesanan penumpang.

Dia mengaku menjadikan masjid itu sebagai rumah kedua karena suasananya nyaman dan sejuk.

"Jadi memang kebetulan di masjid ini menjadi tempat buat singga saya lah, rumah kedua. Jadi buat untuk istirahat sambil menjemput rizki, ngojol di daerah-daerah Jakarta. Adem. Jadi di sini kebanyakan memang kalau ada ojol yang lain juga di sini pada istirahat juga. Dan kadang-kadang ada pekerja lain kalau setiap habis salat juga suka istirahat di sini," ujarnya.

Keberadaan Masjid Al Hurriyah kini tidak hanya memberikan fasilitas ibadah yang lebih memadai. Masjid tersebut juga menjadi ruang berkumpul, beristirahat, dan mempererat kebersamaan masyarakat di Pejaten Timur.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut