Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Siapa Sebenarnya Helwa Bachmid yang Viral? Habib Bahar bin Smith Ikut Terseret!
Advertisement . Scroll to see content

Mengintip Ragam Karya Desainer IMB Indonesia di The Dharmawangsa

Jumat, 03 Agustus 2018 - 04:57:00 WIB
Mengintip Ragam Karya Desainer IMB Indonesia di The Dharmawangsa
Olahan kain tenun Doyo dari Kalimantan dengan metode draping, karya Direktur Kreatif Istituto Di Moda Burgo Milano, Biagio Belsito. Koleksi ini ditampilkan dalam pameran "Cocktail a la Page" di The Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (1/8/2018) lalu. (Foto:
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-7, wadah pendidikan fashion Istituto Di Moda Burgo (IMB) Indonesia menggelar rangkaian acara “Cocktail a la Page”. Salah satunya berupa pameran yang menampilkan ragam koleksi dari para desainer dari IMB Indonesia.

Sebuah ruang outdoor di The Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, disulap menjadi ajang fashion show. Di ruangan itulah, karya-karya apik para perancang busana dari institut tersebut dipamerkan. Ada karya Jessica Welia Halim, Julianto, Raegitazoro, Melani Setiawan, Oxceloxcel, dan Vicario. Ragam koleksi yang ditampilkan sesuai dengan DNA dan ciri khas masing-masing desainer.

Tak cuma itu, di acara ini juga turut hadir Direktur Kreatif Istituto Di Moda Burgo Milano, Biagio Belsito, yang unjuk kebolehan dalam mengolah secarik kain wastra Indonesia asal Kalimantan, tenun Doyo, agar diubah menjadi sepotong busana modern dengan metode draping.

Salah satu koleksi busana karya Jessica Welia Halim.


Istituto Di Moda Burgo Indonesia adalah pemegang lisensi IMB pertama di Asia Tenggara. Wadah pendidikan fahsion ini menjadi salah satu institusi mode yang ditunjang instruktur ahli, kurikulum, manajemen, dan teknologi.

“Saya membawa Istituto Di Moda Burgo ini ke Indonesia, dengan satu misi, saya sudah belajar di sana dan saya merasa inilah yang dibutuhkan (industri fashion) di Indonesia. Karena kita masih harus berjuang agar punya kebebasan di negara sendiri dan bersaing market di sini. Untuk itu, kita perlu knowledge (ilmu) dan know how (tahu cara meraihnya),” kata Founder IMD Indonesia, Jenny Yohana Kansil, di The Dharmawangsa, Rabu (1/8/2018) lalu.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut