Miftahul Ulum, Aspri Mantan Menpora Imam Nahrawi Didakwa Terima Gratifikasi Rp8,6 M

Antara ยท Kamis, 30 Januari 2020 - 19:35 WIB
Miftahul Ulum, Aspri Mantan Menpora Imam Nahrawi Didakwa Terima Gratifikasi Rp8,6 M

Asisten pribadi (aspri) mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Asisten pribadi (aspri) mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum didakwa menerima gratifikasi Rp8,6 miliar. Gratifikasi itu diterima Miftahul bersama bosnya Imam Nahrawi.

Ketua tim jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ronald Ferdinand Worotikan secara bergantian membacakan dakwaan setebal 29 halaman itu.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, yaitu telah menerima gratifikasi berupa uang yang seluruhnya sejumlah total Rp8,6 miliar," katanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Gratifikasi itu, dia memaparkan, Rp300.000.000 berasal dari mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy. Uang tambahan operasional mantan Menpora Imam Nahrawi Rp4,94 miliar.

Gratifikasi lainnya berasal dari jasa desain konsultan arsitek kantor Budipradono Rp2 miliar. Program Satlak Prima Kemenpora dari Edward Taufan Pandjaitan sebanyak Rp1 miliar serta Rp400.000.000 juta dari bendahara pengeluaran pembantu PPON.

"Imam Nahrawi selaku Menpora tidak pernah melaporkan kepada KPK saat menerima uang melalui terdakwa Mifthalul sampai batas waktu 30 hari sesuai undang-undang. Perbuatan itu dilakukan selama periode 2015 hingga 2019," ujar Ronald.

Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 12B ayat (1) junto pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor 20 tahun 2001 junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junto pasal 65 ayat (1) KUHP.

Editor : Djibril Muhammad