Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bayi 8 Bulan Kritis hingga Meninggal di Labura, Diduga Korban Kekerasan Seksual
Advertisement . Scroll to see content

Motif Ayah Aniaya Bayi hingga Tewas di Cakung Jaktim: Cemburu Istri Chat Orang Lain

Minggu, 04 Oktober 2026 - 18:26:00 WIB
Motif Ayah Aniaya Bayi hingga Tewas di Cakung Jaktim: Cemburu Istri Chat Orang Lain
Polisi menyebut motif sementara ayah di Cakung diduga karena cemburu kepada istrinya, lalu melampiaskan kekesalan kepada bayi 11 bulan. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Polisi mengungkap motif sementara RPP (30), yang menganiaya anak kandungnya hingga meninggal dunia di kawasan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. RPP diduga terbakar cemburu setelah mengetahui istrinya, MI, berkomunikasi melalui pesan dengan pria lain.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan, rasa cemburu tersebut diduga dilampiaskan RPP kepada anaknya yang masih berusia 11 bulan.

"Untuk motif dari hasil pemeriksaan sementara karena pelaku cemburu karena istrinya chat-chatan dengan orang lain dan dilampiaskan ke anak korban," ucap Made kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).

Dia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan sementara, RPP kesal setelah mengetahui istrinya berkomunikasi dengan pria lain. Kekesalan tersebut kemudian diduga dilampiaskan dengan menganiaya anaknya.

"Pada waktu kejadian si ibu sedang kerja, di kontrakannya hanya pelaku dan anak korban," tuturnya.

Made menerangkan, RPP mengaku hanya melakukan penganiayaan pada hari kejadian dan tidak berulang kali. Berdasarkan keterangan sementara, RPP membenturkan bagian belakang kepala anaknya ke dinding sebanyak tiga kali.

Selain itu, RPP mengaku memukul bagian punggung korban menggunakan tangan kanan yang mengepal. Saat kejadian, ibu korban sedang bekerja sehingga di rumah kontrakan hanya terdapat RPP dan anaknya.

"Untuk penganiayaannya dari keterangan si pelaku sementara hanya di hari kejadiannya. Kepala bagian belakang si anak korban dibenturkan ke dinding sebanyak 3 kali dan juga bagian punggung anak korban dipukul menggunakan tangan kanan dengan tangan mengepal," ucap Made.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk mengungkap secara utuh kronologi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Penyidik juga mencocokkan keterangan RPP dengan fakta-fakta yang ditemukan selama proses penyidikan.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut