Motif Cinta Segitiga hingga Video Syur, Pria di Pesanggrahan Dibacok hingga Luka Parah
JAKARTA, iNews.id - Viral video pembacokan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan hingga menyebabkan korban EYW (26) terluka parah. Motif pembacokan itu diduga cinta segitiga hingga video porno.
"Saksi sudah diperiksa, pada intinya kasus sudah ditangani dan masih berproses," ujar Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Nazirwan, Rabu (21/9/2022).
Korban, EYW saat itu tengah bertemu dengan mantan kekasihnya, AB di lokasi atau dekat rumah temannya sesuai ajakan AB. Keduanya lantas bertemu untuk menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi mereka.
"Rencananya ketemu untuk menyelesaikan masalah. Tiba-tiba saya diserang menggunakan senjata tajam lalu pelaku melarikan diri. Teman saya juga jadi korban," kata EYW.
Viral Penganiayaan oleh Sejumlah Anggota Ormas di Pekalongan
Menurut korban, dia berkenalan dengan AB melalui media sosial hingga akhirnya dekat dan berpacaran. Korban saat kejadian hendak bertemu AB lantaran AB kerap menjelek-jelekannya.
Sedangkan korban, memiliki foto dan video mesum AB dengan lelaki lain dan berniat melaporkannya ke keluarga korban. Foto dan video itu didapatkan korban dari ponselnya yang terhubung dengan email AB selama berpacaran.
"Dia minta dihapus dan saya juga ada inisiatif menghapusnya di depan dia. Ternyata ada dua orang datang bawa sajam itu," tuturnya.
Saat bertemu itu, diduga AB membawa sejumlah orang pria yang akhirnya melakukan aksi pembacokan terhadapnya. Korban sempat lari dan temannya juga sempat menolong, tapi dua orang pelaku malah menyabetkan senjata tajamnya berupa golok ke korban dan temannya.
"Saya luka di kepala kena martil dan jari kelingking kena golok, 3 jahitan. Lalu teman saya kena golok di kepala sampai 14 jahitan," katanya.
Video rekaman CCTV aksi pembacokan itu lantas viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @junet.jakarta pada Selasa, 20 September 2022. Kejadian sebenarnya disebutkan terjadi pada Kamis, 4 Agustus 2022 di Jalan Bulan Lili, RT 10/06, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Salatan malam.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq