Mulai Tutup Ruas Jalan, Polisi: Aksi Bela Palestina Terpusat di Monas
JAKARTA,iNews.id – Ribuan peserta Aksi 115 Solidaritas Bela Palestina sudah memadati area Bundaran Patung Kuda dan Monumen Nasional (Monas), Jumat (11/5/2018). Sebagian dari peserta sudah menggelar doa bersama, orasi, dan pembacaan puisi. Aksi damai yang digelar Elemen Persaudaraan Alumni 212 itu direncakan hingga salat Jumat berjamaah.
Dari pantauan iNews.id, polisi mulai menutup sejumlah akses jalan menuju Monas. Seperti arah menuju jalan Medan Merdeka Barat dan Medan Meredeka Timur. Penutupan lalu lintas untuk mengamankan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Istana Negara.
Kendaraan roda dua, mobil, dan bus yang mengangkut peserta aksi parkir di pinggir jalan dari arah Tugu Tani menuju Jalan Medan Merdeka Timur. Banyaknya kendaraan parkir itu membuat lalu lintas padat.
Berikut rekaya lalu lintas saat Aksi 115 Solidaritas Bela Palestina. Jalan Merdeka Barat depan kantor Indosat dari Patung Kuda menuju Harmoni ditutup, Jalan Merdeka Selatan ditutup, Jalan Merdeka Utara menuju Istana Negara ditutup, Jalan Veteran belok kiri menuju arah Harmoni ditutup, dan Jalan Majapahit menuju ke Merdeka Barat ditutup.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis mengatakan, semua massa aksi solidaritas Pembebasan Baitul Maqdis atau Aksi 115, tidak akan beranjak ke Kedutaan Besar Amerika Serikat. Aksi solidaritas fokus di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
"Kami sudah siapkan pengamanan. Akan tetapi, hasil koordinasi dengan panitia massa aksi 115 itu, mereka tidak akan ke Kedubes Amerika Serikat," ujar Idham di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2018).
Idham mengimbau kepada semua massa aksi tersebut agar melakukan kegiatan itu dengan santun dan menyampaikan aspirasi dengan baik agar situasi di Jakarta kondusif.
"Sebagai penanggung jawab Kamtibmas di wilayah DKI Jakarta ini, saya mengimbau marilah melakukan aksi dengan baik santun, sampaikan aspirasi dengan baik supaya situasi di Jakarta ini kondusif. Siapa lagi yang menjaga Jakarta kalau bukan masyarakat itu sendiri,” ujar Idham.
Editor: Khoiril Tri Hatnanto