Pasien Menumpuk di RSUD, Wali Kota Bekasi Sebut 40 Persen Warga Luar
BEKASI, iNews.id - Pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Chasbullah Abdulmajid (CAM) Kota Bekasi menumpuk. Hampir sebagian pasien dinilai berasal dari luar Bekasi.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, 40 persen pasien yang dirawat di RSUD Kota Bekasi tidak berdomisili di Kota Bekasi. RSUD Bekasi, kata dia tidak membedakan layanan berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Tidak mungkin untuk menolak warga yang sudah datang ke RSUD CAM," ujar Rahmat Effendi di Bekasi, Minggu (27/6/2021).
Jenazah Terpapar Covid-19 Melonjak, Bekasi Tambah Enam Hektare Area Pemakaman
Dia menuturkan, Pemkot Bekasi terus berupaya menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit untuk menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19.
"Walau bukan ber-KTP dari Kota Bekasi, upaya akan disegerakan untuk penambahan bed di dalam tenda BPBD agar tidak lagi memviralkan lewat media sosial," tuturnya.
Menurutnya, kapasitas rumah sakit swasta di Bekasi juga telah penuh. Kondisi ini, lanjut dia yang menyebabkan pasien positif Covid-19 menyerbu RSUD Bekasi hingga kelebihan kapasitas di IGD.
"Karena orang ini sudah dari puskesmas sudah mendapatkan kesulitan, rumah sakit swasta juga sudah full, sehingga mereka mencari yang mudah, ya itu rujukan utama di RSUD Chasbullah ini," ucapnya.
Editor: Kurnia Illahi