Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pedagang Daging Jakarta Mogok Jualan Protes Harga Naik, Ini Respons Pramono
Advertisement . Scroll to see content

Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan Imbas Harga Naik, Lapak di Pasar Sepi Aktivitas

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:05:00 WIB
Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan Imbas Harga Naik, Lapak di Pasar Sepi Aktivitas
Aksi mogok jualan yang dilakukan pedagang daging sapi se-Jabodetabek berdampak terhadap sepinya aktivitas jual beli daging di sejumlah pasar tradisional. (Foto: Tangguh Yudha)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Aksi mogok jualan yang dilakukan pedagang daging sapi se-Jabodetabek berdampak terhadap sepinya aktivitas jual beli daging di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Salah satunya di Pasar Rawasari, Cempaka Putih, di mana lapak pedagang daging tampak tutup dan tak ada aktivitas jual beli.

Kondisi ini berdampak langsung pada masyarakat. Sejumlah pembeli mengaku kesulitan mendapatkan daging meski telah berkeliling ke beberapa pasar. Bahkan, ada yang mendatangi hingga enam lokasi berbeda namun tetap tidak menemukan pedagang yang berjualan.

"Saya nyari daging dari pasar Rawamangun, pasar Ampera, pasar Rawasari, tadi ke Sumber Batu, tutup semua. Saya sudah ke enam lokasi tutup semua. Sulit banget cari daging," ucap salah satu warga, Anton.

Keluhan serupa disampaikan Herman, pembeli daging yang juga pengusaha warung makan nasi padang. Dia mengaku kerepotan dengan situasi ini, mengingat menu utama di warung makannya berbahan dasar daging.

"Ga ada yang dijual hari ini. Saya jualan nasi, harus pasti pakai daging. aya juga gak tau (harus bagaimana) kalau hari ini gak ada yang jualan. Kalau warung padang gam ada daging repot," katanya.

Untuk diketahui, aksi mogok jualan ini dilakukan para pedagang sebagai bentuk protes atas tingginya harga sapi lokal di tingkat distributor. Para pedagang menilai kenaikan harga tersebut tidak sebanding dengan daya beli konsumen di pasar.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut