Pedagang Lansia Tewas akibat Longsor Bantargebang, Pramono: Lapaknya Jauh dari Tumpukan Sampah
JAKARTA, iNews.id - Seorang pedagang berusia 60 tahun menjadi salah satu korban tewas peristiwa longsor sampah di Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (8/3/2026). Hingga kini, lima orang dinyatakan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
"Satu orang memang jualan ibu-ibu yang berusia 60 tahun," kata Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Senin (9/3/2026).
Khusus untuk pedagang yang berusia 60 tahun, Pramono menyebut lapak korban sebenarnya agak berjarak dari area utama timbunan sampah. Korban terdampak longsor lantaran terjadi pergeseran atau sliding pada tumpukan sampah yang meluas.
"Tempat ibu jualan itu sebenarnya tidak secara langsung di tempat apa ya agak berjarak dengan sampahnya, tetapi karena longsor sliding, akhirnya terkena ibu tersebut. Sebenarnya (lapaknya) agak di tepi jalan," ucapnya.
Bertambah, Total Korban Tewas Longsor Bantargebang Jadi 5 Orang
Atas insiden itu, Pemprov DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam. Pemerintah Provinsi Jakarta menyatakan akan menanggung biaya pengobatan korban yang masih selamat.
Sebelumnya diberitakan, satu korban longsor di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi kembali ditemukan pada Senin (9/3/2026). Korban terbaru ditemukan pada pukul 12.05 WIB hari ini.
Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Selanjutnya korban akan segera diidentifikasi.
Dengan demikian, total korban tewas dalam insiden longsor ini menjadi lima orang.
Editor: Reza Fajri