Pelat Nomor Palsu, Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ditilang
JAKARTA, iNews.id - Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya menindak sopir mobil Toyota Alphard yang menerobos pelican crossing atau penyeberangan jalan hingga berujung cekcok dengan petugas keamanan (satpam) Fiktor Harefa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Sang sopir dikenakan tilang.
“Melakukan penindakan dengan tilang,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Ojo menjelaskan, tindakan tilang diberikan dengan pengenaan dua pasal sesuai pelanggaran yang dilakukan, yaitu menerobos lampu merah dan menggunakan pelat nomor tidak sesuai peruntukan.
“Menggunakan pelat nomor tidak sesuai peruntukan atau STNK asli ada, hanya pelat palsu,” ujar dia.
Dia menambahkan, pihaknya telah mengklarifikasi sopir mobil Alphard tersebut. Pemeriksaan terhadap mobil Alphard yang digunakan juga sudah dilakukan.
"Menghadirkan kendaraan Toyota Alphard, warna hitam B 97 EL untuk pengecekan fisik kendaraan. Mengamankan pelat nomor register D 1828 XHQ yang tidak sesuai kendaraannya," jelas dia.
Sebelumnya, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Ronald Arnold Rondonuwu mengungkapkan sopir dan dua penumpang mobil Alphard itu merupakan anggota Polda Jawa Barat.
"Ya, personel dari Polda Jawa Barat," kata Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).
Diketahui, dalam video yang beredar terlihat situasi keributan di sekitar area penyeberangan. Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian setelah kronologi kejadian dibagikan oleh salah satu pengguna media sosial melalui Threads.
Dalam narasi tersebut dijelaskan kejadian bermula ketika lampu pelican crossing pejalan kaki di Halte Bundaran HI telah berwarna hijau. Seorang petugas sekuriti disebut tengah membantu warga menyeberang jalan.
Namun, pada saat bersamaan, sebuah mobil Toyota Alphard berwarna hitam diduga tetap melaju dan menerobos jalur penyeberangan.
Petugas sekuriti kemudian disebut menegur pengemudi kendaraan tersebut. Dalam narasi yang beredar, petugas itu bahkan sempat memukul bagian bodi mobil sebagai bentuk teguran karena kendaraan diduga tetap melintas ketika pejalan kaki mendapat giliran menyeberang.
Editor: Rizky Agustian