Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kalah Main Kartu, Pria di Lampung Timur Tembak Teman hingga Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Pendukung Habib Rizieq Ditembak karena Serang Polisi, Netizen: Siapa sedang Drama

Senin, 07 Desember 2020 - 16:47:00 WIB
Pendukung Habib Rizieq Ditembak karena Serang Polisi, Netizen: Siapa sedang Drama
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran saat konferensi pers mengenai enam orang dari kelompok yang diduga pendukung Habib Rizieq Shihab ditembak mati polisi di Jalan Tol Jakarta Cikampek, Senin (7/12/2020). (Foto: Harits Tryan Akhmad)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penembakan terhadap pendukung Habib Rizieq Shihab oleh polisi mendapat tanggapan beragam dari kalangan netizen di media sosial. Dalam persitiwa itu enam orang diduga pendukung Rizieq Shihab tewas.

Sejumlah netizen meminta agar kamera pemantau (CCTV) di lokasi penembakan dibuka ke publik. Rekaman CCTV tersebut dinilai untuk memastikan tidak ada rekayasa dalam penembakan tersebut.

“Saya yakin CCTV waktu itu mati atau mendadak rusak. Kalau betul dugaan saya yah kita tahu siapa yang sedang drama,” tweet akun Twitter @Lukians_ dalam dikutip Senin (7/12/2020).

Komentar juga datang dari akun Twitter @AbdinipunGusti. Pendukung Rizieq Shihab dinilai tidak mungkin menyerang polisi terlebih dahulu seperti yang disampaikan polisi menggunakan senjata tajam dan senjata api.

“Mana mungkin juga menyerang duluan, jam 1 dini hari lagi, CCTV harus dibuka demi keadilan,”tweet @AbdinipunGusti.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyampaikan, polisi melepaskan tembakan kepada pendukung Rizieq Shihab karena diserang menggunakan senjata tajam dan senjata api. Dalam peristiwa itu, enam orang tewas.

"Kelompok diduga MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang menyerang anggota dilakukan tindakan tegas dan meninggal 6 orang," ucap Fadil dalam konferensi pers di Polda Metro, Senin (7/12/2020). 

Sementara itu Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) membantah anggotanya menyerang polisi. Apalagi menggunakan senjata api dan senjata tajam.

"Tidak ada tembak-menembak, yang ada penembakan. Tolong penggunaan diksi ini tidak benar. Didiklah publik dengan fakta sesungguhnya," kata Munarman. 

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut