Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai Bandung, Sekolah Wajibkan Siswa Pakai Masker
Advertisement . Scroll to see content

Permintaan Masker Meningkat Imbas Erupsi Anak Krakatau, Pramono Minta Pedagang Tak Permainkan Harga

Senin, 07 September 2026 - 21:11:00 WIB
Permintaan Masker Meningkat Imbas Erupsi Anak Krakatau, Pramono Minta Pedagang Tak Permainkan Harga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pedagangmasker tidak menaikkan harga secara berlebihan di tengah sebaran abu vulkanikGunung Anak Krakatau. Imbauan ini disampaikan setelah ditemukan masker yang biasanya dijual Rp10.000 per kotak saat ini dibanderol Rp25.000.

Pramono mengatakan, masker menjadi salah satu kebutuhan masyarakat untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik. Karena itu, dia meminta kebutuhan publik tersebut tidak dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

"Hal yang berkaitan dengan masker, saya minta untuk tidak inilah, ini kan menjadi kebutuhan publik, kebutuhan bersama, jangan dipermainkan," ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).

Meski terjadi kenaikan harga di sejumlah tempat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap membagikan masker secara gratis kepada masyarakat.

Pembagian dilakukan di sejumlah tempat umum untuk membantu warga yang membutuhkan perlindungan dari paparan abu vulkanik.

"Tetapi Pemerintah DKI Jakarta tetap akan melakukan pembagian masker di tempat-tempat umum untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," tuturnya.

Harga Masker Naik Jadi Rp25.000

Kenaikan harga masker juga dirasakan warga yang berbelanja di Pasar Asemka, Jakarta Barat. Sejumlah pedagang masker mengalami peningkatan jumlah pembeli sejak sebaran abu vulkanik mulai berdampak ke Jakarta.

Salah seorang pengunjung, Arsiah (50), mengaku tetap membeli masker meski harganya mengalami kenaikan. Dia membeli dua kotak masker dengan harga Rp25.000 per kotak, padahal sebelumnya produk tersebut biasa dijual Rp10.000.

"Iya tetap beli. Saya beli dua kotak, satunya Rp25.000 isi 50 pcs," ujar Arsiah.

Arsiah menyebut, kondisi udara yang kurang baik membuatnya tetap membutuhkan masker untuk beraktivitas di luar rumah. Terlebih, dia mulai merasakan ketidaknyamanan pada tenggorokannya.

"Udara lagi enggak bagus, saya sekarang langsung enggak enak ini tenggorokan," katanya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut