Polda Metro Data Kebutuhan Warga Kampung Boncos, Hilangkan Stigma Kampung Narkoba
JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya mendata warga Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat. Upaya ini dilakukan untuk memetakan persoalan keamanan hingga kebutuhan masyarakat di lokasi yang kerap dikenal sebagai 'kampung narkoba'.
Pantauan di lokasi, Rabu (4/10/2026), kegiatan pendataan dilakukan oleh personel gabungan dari polisi, Satpol PP, TNI, petugas dari kelurahan hingga dasawisma.
Pendataan ini dipimpin langsung Wakapolda Metro Jaya Irjen Adex Yudiswan. Adex mengatakan, pendataan dilakukan dengan mendatangi rumah warga satu per satu atau secara door to door.
"Ini ingin menggali sebenarnya kebutuhannya itu apa sih dari masyarakat? Kendalanya apa sih? Kenapa ini terus berlanjut permasalahannya? Ya? Itu untuk pelayanan publik. Kita hadir di sini untuk melayani, mengetahui kebutuhannya," kata Adex.
Adex menyebut, para personel yang terlibat akan memetakan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kampung Boncos.
Mereka akan mencatat jumlah warga yang sudah bekerja, warga yang belum memiliki pekerjaan, hingga keterampilan yang dimiliki setiap anggota keluarga.
"Kalau mereka misalnya butuh pekerjaan, kita identifikasi. Satu rumah itu berapa orang yang sudah kerja, berapa orang yang belum? Mereka sudah mempunyai kemampuan atau kompetensi tidak? Kalau belum, kita undang nanti dari BLK untuk sama-sama melatihkan mereka," ujarnya.
Nantinya, kata Adex, hasil pendataan ini akan dikumpulkan kemudian dibawa untuk dibahas pihak terkait. Pertemuan itu akan membahas solusi atas berbagai persoalan.
Dia menambahkan, pendataan ini sebagai upaya untuk mengubah citra Kampung Boncos yang dikenal sebagai kampung narkoba. Nantinya, kampung ini akan diubah citranya menjadi menjadi Kampung Bersinar (Bersih Narkoba).
"Kita konteksnya Pak Kapolri menginginkan bahwa ini diubah menjadi Kampung Bersinar, Kampung Bersih Narkoba. Tentunya itu kan puncak gunung es, ya. Puncak gunung es ini yang muncul adalah penjualan narkoba, penggunaan narkoba di kampung ini. Tapi sejatinya ada suatu permasalahan yang nggak muncul. Nah, inilah yang kita lakukan," katanya.
Editor: Reza Fajri