Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kabar Bohong Ratna Sarumpaet Dianiaya
JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan kabar bohong soal pengeroyokan yang dialami aktivis Ratna Sarumpaet. Hal itu merupakan tindaklanjut laporan terkait informasi bohong yang diterima Bareskrim Polri.
"Polisi didesak ungkap, kami lidik (selidiki). Tiga LP adalah menuntut kepada yang menyebarkan berita bohong,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta di Jakarta, Rabu (3/10/2018).
Menurut dia, Polda Metro Jaya menerima tiga laporan polisi dan Bareskrim Mabes Polri menerima satu laporan polisi terkait informasi bohong pengeroyokan Ratna.
Nico menuturkan laporan tersebut meminta polisi menyelidiki pemberitaan tanpa fakta yang melanggar Pasal 28 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya telah bekerja mencari bukti yuridis guna menyelidiki laporan polisi terkait pemberitaan Ratna Sarumpaet dikeroyok orang tidak dikenal.
“Tidak ada target tetapi teman-teman penyidik akan bekerja semaksimal mungkin untuk melengkapi, menyempurnakan keterangan saksi, barang bukti, dan lain-lain. Terkait dampak politik ya saya tidak tahu. Ini kriminal murni, kalau ada kejadian kriminal murni saya tidak menyampaikan dampak politik,” ujar dia.
Sebelumnya, beredar kabar aktivis Ratna Sarumpaet menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang tidak dikenal di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung Jawa Barat pada 21 September 2018.
Ratna mengaku dianiaya sejumlah orang usai menghadiri pertemuan internasional bersama dua rekannya warga negara asing saat menuju Bandara Husein Sastranegara.
Namun aparat kepolisian tidak menemukan fakta, saksi maupun informasi terkait penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet.
Editor: Khoiril Tri Hatnanto