Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Periksa Jokowi di Solo, Polda Metro Lengkapi Berkas Roy Suryo Cs
Advertisement . Scroll to see content

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus John Kei Senin Pagi

Minggu, 05 Juli 2020 - 23:41:00 WIB
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus John Kei Senin Pagi
Tersangka John Kei dan anak buahnya digelandang petugas Polda Metro Jaya. (Foto: iNews/Irfan Ma"ruf).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya akan menggelar rekonstruksi kasus tindak pidana yang melibatkan John Kei dan anak buahnya. Rekonstruksi dijadwalkan pada Senin (6/7/2020) hari ini.

Kabida Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatatakan, rekonstruksi diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan. Rekonstruksi direncanakan berlangsung di halaman Polda Metro Jaya.

Benar. Akan dilakukan rangkaian kegiatan rekonstruksi terkait kasus John Key di depan direktorat tahanan PMJ,” kata Yusri saat dihubungi, Minggu (5/7/2020).

Informasi dari Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, rekonstruksi tidak hanya di Mapolda Metro, namun juga di markas John Kei di Perumahan Tytyan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat. Selain itu di Pondok Gede dan Kelapa Gading.

Polda Metro menangkap John Kei dan anak buahnya pada Minggu (21/6/2020) malam. Terpidana kasus pembunuhan yang sedang menikmati pembebasan bersyarat ini diduga terlibat penganiayaan yang menewaskan Yustus Corwing Rahakbau dan perusakan di rumah Nus Kei, Tangerang, Banten.

Polda Metro sebelumnya telah menggelar pra-rekonstruksi kasus John Kei pada Rabu (24/6/2020) lalu. Sebanyak 14 adegan diperagakan kelompok ini, termasuk penyerangan di rumah Nus Kei, Klaster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Tangerang.

Keseluruhan 39 orang telah ditetapkan tersangka dalam kasus ini termasuk John Kei. Polda Metro masih memburu komplotan ini yang masih buron.

Mereka terancam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 88 KUHP tentang terkait permufakatan jahat, Pasal 351 KUHP mengenai penganiayaan, dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

John Kei dan gerombolannya juga dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas kepemilikan sejumlah senjata tajam. Ancaman hukuman maksimal terhadap mereka yakni pidana mati.

"Kita semua tahu kalau status John Kei di situ kan big bos. Dari situ kita bisa menduga apa perannya. Kalau ancaman hukuman terpenuhi, maksimalnya hukuman mati," kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut