Polres Tangsel Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Aurel

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 13 Agustus 2019 - 16:58 WIB
Polres Tangsel Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Aurel

Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan memberikan keterangan pers mengenai hasil penyelidikan mengenai meninggalnya Aurellia di Jakarta, Selasa (13/8/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA, iNews.id – Polres Tangerang Selatan mengungkap hasil penyelidikan atas meninggalnya calon anggota Paskibra Tangsel Aurellia Quratu Aini. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan yang menyebabkan kematian siswi SMA Islam Al Azhar BSD tersebut.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan mengatakan, penyelidikan dilakukan dengan menggali keterangan 30 saksi, baik dari pihak keluarga, teman sekolah, dokter, petugas pemandian jenazah, pelatih Paskibra Tangsel, dan lainnya yang terkait.

"Belum kita temukan, dari keterangan saksi-saksi, yang menyatakan adanya tindakan kekerasan terhadap almarhumah," kata Ferdi dalam konferensi pers di Polres Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019). Hadir dalam jumpa pers ini Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Komisioner KPAI Jasra Putra, dan pemerhati anak Seto Mulyadi.

BACA JUGA: Anggota Paskibra Tangsel Meninggal, Polisi Dalam Keterangan Keluarga

Ferdi menuturkan, dalam penyelidikan itu semua keterangan saksi itu dirangkai. Setelah didalami, polisi berkesimpulan meninggalnya Aurel bukan karena kekerasan.

Aurel, calon anggota Paskibra Tangerang Selatan meninggal dunia pada Kamis, 1 Agustus 2019 pagi. Dia menghembuskan napas terakhir di kediamannya, Taman Royal 2, Cipondoh, Tangerang. Meninggalnya Aurel diduga tidak wajar. Ada dugaan dia menjadi korban kekerasan selama menjalani pelatihan paskibra .

Ayah Aurel, Farid Abdurrahman (42) sebelumnya mengatakan, latihan paskibra yang dijalani anaknya sudah berlebihan. Farid bisa menyampaikan itu karena pernah menjadi anggota Paskibraka.

Perlakuan berlebihan itu diberikan para seniornya, bukan para pelatih Paskibra. "Jadi campur tangan senior di luar pelatih ini yang merupakan teror beban psikologis yang sangat luar biasa," ujar Farid.


Editor : Zen Teguh