Pramono Bicara Toleransi di Jakarta: Saya Gubernur Semua Agama!
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berbicara soal toleransi beragama di ibu kota. Dia menyatakan diri sebagai gubernur bagi seluruh umat beragama.
"Saya berulang kali mengatakan bahwa sebagai gubernur Jakarta, saya akan menjadi gubernur bagi semua agama, semua kelompok, semua golongan," ujar Pramono saat memberikan sambutan peresmian Gedung Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Sidang Sejahtera di Senen, Jakarta Pusat, dikutip Minggu (15/2/2026).
Sebagai wujud toleransi, dia mencontohkan berbagai kegiatan yang digelar oleh Balai Kota Jakarta menyabut hari besar keagamaan, seperti Christmas Carol Colossal. Kegiatan ini digelar pada momentum Natal 2025.
"Banyak orang tidak menyangka bahwa Christmas Carol kolosal kemarin dalam rangka menyambut Natal betul-betul dilakukan seperti itu, ada Jakarta Light Festival, berbagai hal," kata Pramono.
Pramono Ingin Tertibkan Trotoar di Jakarta, Tak Mau Rapi hanya saat Presiden Lewat
Dia mengaku bahagia acara Christmas Carol Colossal disambut antusiasme warga dan juga umat muslim. Dengan begitu, toleransi antarumat beragama di Jakarta telah berjalan baik dan tidak lagi menjadi hal yang perlu dipersoalkan.
"Yang membanggakan, menyenangkan bagi saya pribadi adalah yang hadir sebagian besar berhijab, dan mereka menikmati itu. Artinya apa? Sebenarnya toleransi keberagaman agama di Jakarta itu harusnya sudah tidak menjadi isu lagi," kata dia.
Tegas! Pramono Larang Ormas Sweeping Warung Makan selama Ramadan
Momen Pramono Borong Ikan Bandeng di Festival Rawa Belong, Terbesar Tembus 14 Kg
Dalam kesempatan itu, Pemprov DKI Jakarta juga menghadirkan festival Imlek yang baru pertama kali diadakan di ibu kota. Hal ini menandakan Jakarta siap menyelenggarakan acara semua agama yang diakui di Indonesia.
"Maka kemarin, semalam, saya membuka Jakarta Imlek Festival yang begitu kaget semua orang karena ini baru pertama kali diadakan di Bundaran HI, diadakan di SCBD, diadakan di jalan-jalan Gatot Subroto, Thamrin," ucapnya.
Pramono Ingatkan ASN Jakarta: WFA Lebaran Tak Boleh Ganggu Pelayanan Publik
Pramono juga sempat memulai kegiatan dengan salat subuh berjemaah di Balai Kota Jakarta yang dihadiri oleh 300 ulama. Acara ini menurutnya baru pertama kali diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Kalau dilihat kemarin saya memulai acara pagi itu dengan salat subuh berjamaah di kantor Balai Kota, kantornya gubernur yang dari dulu-dulu juga enggak pernah dilakukan di Balai Agung, di Balairung, enggak pernah dulu dilakukan," kata Pramono.
Editor: Rizky Agustian