Pramono Sebut 34 Kebakaran di Jakarta Berhasil Dicegah, Begini Kuncinya
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI JakartaPramono Anung mengungkap sebanyak 34 kebakaran di Jakarta berhasil ditahan atau dicegah. Hal itu berkat komunikasi warga dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) serta tindakan preventif di lapangan.
Pramono menyampaikan hal tersebut usai membuka Rapat Koordinasi Daerah Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Tahun 2026 di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).
Menurut Pramono, sistem penanggulangan bencana di Jakarta, terutama untuk kebakaran, relatif sudah berjalan dengan baik. Salah satu upaya kesiapsiagaan dilakukan melalui penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap Rukun Warga (RW).
“Jakarta ini dalam hal penanggulangan kebencanaan terutama yang berkaitan dengan kebakaran relatif sudah terdesain secara baik, bahkan kegiatan APAR yang dimiliki per-RW kan sudah jalan di Jakarta, walaupun saya harus melakukan pengecekan lagi apakah alatnya itu masih berfungsi dengan baik atau tidak,” kata Pramono.
Dia menyebut langkah preventif dan komunikasi antara masyarakat dengan petugas Damkar berperan penting dalam mencegah kebakaran meluas, terutama di kawasan padat penduduk seperti Tambora dan Cakung.
“Berkat komunikasi yang baik dan tindakan preventif sebenarnya hampir ada kalau nggak salah 34 kebakaran di Jakarta yang berhasil kita tahan, kita cegah,” ungkap dia.
Eks Sekretaris Kabinet ini menilai kesadaran warga untuk segera melaporkan potensi kebakaran sejak awal turut menjadi faktor penting. Gotong royong masyarakat juga diperlukan untuk melakukan pencegahan sebelum api membesar.
“Karena apa? Begitu di awal masyarakat sudah memberikan memberitahu kepada Dinas Kebakaran dan juga masyarakat secara gotong royong melakukan pencegahan itu, terutama di daerah-daerah padat seperti yang saya sebutkan yaitu Tambora, Cakung, dan sebagainya,” tutur Pramono.
Dia meminta sinergi antara masyarakat dan Dinas Damkar DKI Jakarta terus diperkuat. Koordinasi di lapangan dinilai menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan kebakaran.
“Tetapi intinya adalah koordinasi di lapangan yang menjadi penting, sehingga dengan demikian keterlibatan masyarakat memberitahu kepada Damkar dan sebagainya itulah yang menjadi kata kunci di dalam kita memberikan penanggulangan untuk kebakaran yang di Jakarta,” beber dia.
Pramono juga meminta kebakaran menjadi salah satu bencana yang ditangani secara serius. Dia menyinggung kondisi El Nino yang berkepanjangan dan berharap hujan segera turun pada awal Oktober.
“Dan salah satu hal yang perlu kita tangani serius adalah berkaitan dengan kebakaran. Karena El Nino yang panjang ini, dan mudah-mudahan awal Oktober ini segera bisa turun hujan,” tegas Pramono.
Menurut dia, kondisi kering dalam waktu panjang membuat kebakaran dapat muncul dari berbagai sumber, mulai dari korsleting listrik, puntung rokok, hingga panas yang berlangsung terlalu lama.
“Karena dalam kondisi kering panjang yang seperti ini, di lapangan itu kebakaran sangat sering terjadi dari hal-hal kecil. Kadang-kadang puntung rokok, korsleting, kemudian panas yang terlalu lama. Sehingga dengan demikian, saya meminta betul kepada seluruh jajaran untuk mengantisipasi, menjaga hal ini,” pungkas dia.
Editor: Puti Aini Yasmin