Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Ungkap Kemarau Jakarta Berlangsung hingga 2027, Warga Diminta Waspada Kebakaran
Advertisement . Scroll to see content

Pramono Ungkap 3 Pemicu Kebakaran di Jakarta, Korsleting Listrik Paling Dominan

Rabu, 02 September 2026 - 12:03:00 WIB
Pramono Ungkap 3 Pemicu Kebakaran di Jakarta, Korsleting Listrik Paling Dominan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan kebakaran di Jakarta paling banyak disebabkan korsleting listrik. Selain itu, pembakaran sampah dan keteledoran membuang puntung rokok juga menjadi pemicu kebakaran di Ibu Kota.

Pramono pun mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada musim kemarau.

"Dugaan yang paling dominan adalah penyebabnya korsleting listrik. Kemudian yang kedua adalah pembakaran sampah, dan juga ada beberapa yang terjadi karena keteledoran orang membuang puntung rokok dan sebagainya," kata Pramono usai memimpin apel Jaga Jakarta dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Pramono menyampaikan dampak El Nino dari musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. Kondisi kemarau panjang sangat berpotensi menimbulkan berbagai risiko, termasuk kebakaran.

"Berdasarkan prediksi BMKG, puncak kemarau terjadi pada bulan Agustus sampai dengan September tahun 2026, dengan fenomena El Nino yang masih berlangsung hingga awal tahun 2027," kata dia.

Dalam menghadapi musim kemarau, Pemprov DKI Jakarta menyiagakan 1.027 personel lintas instansi dan 29 mobil tangki. Pramono juga telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengantisipasi dampak kekeringan.

"Untuk itu, telah disediakan 29 tangki dari sepuluh instansi lembaga yang berpartisipasi untuk mengatasi persoalan kekurangan air di Jakarta," tuturnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut