Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Minta Maaf KJMU Telat Cair, Ungkap Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Pramono Ungkap Penyebab KJMU Telat Cair, Ada Masalah Rekening hingga Data NIK Tak Sesuai

Selasa, 03 November 2026 - 12:01:00 WIB
Pramono Ungkap Penyebab KJMU Telat Cair, Ada Masalah Rekening hingga Data NIK Tak Sesuai
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Ari Sandita Murti)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan alasan pencairan bantuan pendidikan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) di DKI Jakarta terlambat. Dia mengatakan persoalan itu terjadi akibat sejumlah masalah administrasi mulai dari perbedaan jumlah digit nomor rekening hingga ketidaksesuaian data kependudukan penerima.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pencairan bantuan tersebut. Dia mengakui terdapat sejumlah kendala yang harus diselesaikan sebelum dana disalurkan kepada penerima manfaat.

"Berkaitan dengan KJMU yang pertama Pemerintah DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini. Kenapa terlambat? Karena banyak faktor," kata Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Salah satu kendala yang ditemukan yakni sekitar 1.100 penerima KJMU masih menggunakan nomor rekening dengan 10 digit. Padahal, nomor rekening yang berlaku saat ini sudah menggunakan 11 digit.

Pramono menjelaskan, perbedaan tersebut berpotensi menimbulkan masalah apabila dana bantuan langsung ditransfer ke rekening yang tercatat dalam data lama.

"Karena adanya data dengan digit 10 yang jumlahnya cukup besar untuk rekeningnya, padahal digit sekarang kan sudah 11, jumlahnya kurang lebih 1.100 rekening. Sehingga kalau kemudian kita transfer pasti akan menimbulkan persoalan di lapangan," jelasnya.

Selain persoalan nomor rekening, Pemprov DKI juga menemukan ketidaksesuaian data nomor induk kependudukan (NIK). Ketidaksesuaian tersebut mencakup informasi jenis kelamin hingga tanggal lahir penerima.

Perubahan data desil turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pencairan. Pemprov DKI juga menemukan ketidakcocokan data wilayah, mulai dari RT, RW, kelurahan hingga kecamatan.

"Ini juga menyebabkan perhitungan yang menjadi berbeda dan angkanya juga cukup besar, termasuk kemudian kita temukan adanya RT, RW, Kelurahan, Kecamatan yang tidak sesuai," tuturnya.

Pramono mengungkapkan, persoalan administrasi tidak hanya terjadi pada penerima KJMU. Saat ini, terdapat 14.554 penerima baru Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang belum memiliki rekening dan 6.587 penerima baru KJMU.

Sementara itu, penerima baru dengan NIK di luar Jakarta tercatat sebanyak 2.155 orang.

Dia mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk segera menyelesaikan persoalan pencairan bantuan bagi penerima KJMU yang melakukan perpanjangan. Dia menargetkan proses tersebut rampung pada hari ini.

"Memang agak kompleks apa persoalannya. Tetapi saya sudah memerintahkan untuk yang perpanjangan, yang perpanjangan, hari ini harus selesai," jelasnya.

Pramono berharap seluruh persoalan pencairan bantuan pendidikan tersebut dapat diselesaikan paling lambat 6 November 2026. Dia menegaskan bantuan KJMU dan KJP sangat dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan para penerima manfaat.

"Sehingga dengan demikian itulah persoalan yang terjadi kenapa kemudian ada keterlambatan sampai dengan ini adalah hari yang ketiga," kata dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut