Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Bentrokan Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Jaksel gegara Penertiban Pedagang Nasi, Ini Kata Pramono
Advertisement . Scroll to see content

Pramono Ungkap Petugas Satpol PP yang Terlibat Bentrok di Bulungan Dipukuli Helm hingga Dapat 6 Jahitan

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:42:00 WIB
Pramono Ungkap Petugas Satpol PP yang Terlibat Bentrok di Bulungan Dipukuli Helm hingga Dapat 6 Jahitan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ungkap petugas Satpol PP yang terlibat bentrok dipukuli pakai helm dan dapat 6 jahitan. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap petugas Satpol PP yang terlibat bentrok dengan petugas proyek di Bulungan, Jakarta Selatan terkena pukulan hingga mendapat jahitan. Petugas tersebut pun harus mendapat perawatan medis.

Menurut Pramono, peristiwa bermula dari penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan.

Kemudian, penertiban berlanjut ke kawasan Kolam Renang Bulungan. Di lokasi tersebut, petugas Dishub melakukan operasi cabut pentil terhadap kendaraan yang parkir sembarangan. 

Namun, situasi memanas setelah sejumlah pekerja proyek diduga memprovokasi petugas hingga terjadi bentrokan.

“Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi. Terutama para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara dishub dengan para pekerja yang ada,” ungkap Pramono, Senin (12/10/2026).

Seorang petugas Satpol PP pun terluka akibat peristiwa tersebut.

“Akhirnya Dishub-nya mundur keluar dan masih ada orang yang mengejar petugas. Termasuk Satpol PP yang kemudian dipukuli dihantam pakai helm dan Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima 6 jahitan,” sambung dia.

Sementara itu, Pramono menyayangkan kekerasan terhadap petugas yang tengah menjalankan penegakan aturan. Dia menegaskan, permohonan maaf dari pemilik proyek tidak menghapus proses hukum atas insiden tersebut.

“Sampai sekarang karena itu sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi. Saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan,” tandas dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut