Rencana Pernikahan Ahok dengan Polwan Cantik, Ini Penjelasan Djarot
JAKARTA, iNews.id – Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membenarkan jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera menikah usai keluar dari penjara tahun depan. Namun, Djarot tidak yakin Ahok menikah pada Januari 2019.
“Yang pasti sih kalau beliau sudah keluar. Benar dong wajar, kan harus ditata. Kalau masalah hati itu tidak bisa diintervensi, sama-sama dewasanya. Kalau katanya Januari saya kira enggak mungkin Januari,” kata Djarot saat dihubungi, Jumat (7/9/2018).
Saat ditanya sosok calon pendamping Ahok, Djarot menyangkal jika seperti yang dikabarkan, yakni Polwan Polda Metro Jaya bernama Bripda Puput Nastiti Devi. Dia mengungkapkan, calon istri Ahok berinsial P dan bukan seorang polisi wanita.
“Siapa yang bilang Bripda Puput?, Ngaco kamu, ya dengan P lah. Hah polwan? Bisa saja sampeyan,” ucap dia.
Kendati demikian, Djarot mengatakan, Ahok pantas mendapatkan pendamping hidup yang baik, usai bercerai dengan Veronica Tan pada April lalu.
“Setelah beliau putus dengan Vero, divorce. Tentu saja beliau berhak hidup bahagia, apalagi selama ini dikurung terus, gimana? Saya tahu juga, apalagi Pak Ahok enggak pernah pacaran,” ujar dia.
Djarot mengaku sempat memberikan saran dan pandangan terkait kehidupan asmara Ahok. Namun, dia membantah jika disebut mak comblang antara Ahok dengan P.
“Gimana, masa aku jadi mak comblang, ya enggaklah. Bagaimana bisa, siapa berani. Ya enggak bisa masalah hati. Menyarankan sih, kasih pandangan, kami tidak pernah tunjuk si A dan si B, kebetulan istri saya orang Jawa. Yang penting sama-sama cocok hatinya, kesesuaian hatilah," tutur Djarot.
Sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi juga menyebut calon pendamping Ahok berinisial P dengan zodiak Taurus. Namun, Prasetyo mengatakan, calon Ahok merupakan seorang polwan yang berdinas di Polda Metro Jaya dan sempat menjadi ajudan mantan istri Ahok, Veronica Tan.
“Itu orang Jawa, orang Nganjuk. Umurnya 21 tahun. Dinasnya sekarang di Polda,” kata Prasetyo, Kamis (7/9/2018).
Editor: Khoiril Tri Hatnanto