Resmi Beroperasi, Rumah Sakit Lapangan Bogor Rawat Pasien Covid-19 Gejala Ringan

Putra Ramadhani Astyawan ยท Selasa, 19 Januari 2021 - 07:52:00 WIB
Resmi Beroperasi, Rumah Sakit Lapangan Bogor Rawat Pasien Covid-19 Gejala Ringan
Ilustrasi Covid-19. (BNPB)

BOGOR, iNews.id - Rumah Sakit Darurat atau Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kota Bogor resmi beroperasi usai diresmikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Wali Kota Bogor Bima Arya di Jalan Pemuda, Kota Bogor, Senin (18/1/2021). 

RSL yang dibangun hanya dalam waktu dua pekan ini tak lepas dari dukungan dan anggaran BNPB mengingat pasien Covid-19 terus meningkat. Sementara okupansi tempat tidur rumah sakit di Kota Bogor sudah penuh.

Kepala RSL Kota Bogor, Yeti Hariyati mengatakan, RSL ini akan menjadi tempat merawat pasien Covid-19 rujukan dari puskesmas atau rumah sakit. Rujukan ini berarti pasien sudah melakukan tes swab PCR dan hasilnya positif Covid-19.

Dia menjelaskan, dalam menentukan gejala pasien pihaknya memakai alat Early Warning Score System (EWSS) yang dapat melihat, tekanan darah, laju nafas, saturasi oksigen, dan tingkat kesadaran. Sehingga dalam satu langkah pihaknya bisa melihat pasien masuk kriteria mana.

"Kalau ada gejala ringan dan atau orang tanpa gejala namun ada komorbid seperti diabetes, jantung, hipertensi dan lainnya, dirawat disini," kata Yeti.

Yeti menuturkan, fasilitas di RSL Kota Bogor terbilang lengkap. Sebut saja di lantai 3 ada 28 bed untuk pasien laki-laki, di lantai 2 ada 28 bed untuk pasien perempuan dan di lantai 1 ada delapan bed di IGD dan sudah termasuk dua bed di ruang intermediate care unit. 

Pihaknya pun mempunyai peralatan yang cukup. Seperti, alat Rontgen, alat swab, laboratorium, juga obat-obatan mulai dari, obat anti virus, obat demam, obat batuk, obat pengencer dahak.

"Di sini ada 44 perawat, 2 dokter spesialis paru, 2 dokter spesialis penyakit dalam, 2 dokter radiologi, 2 dokter rekam medik dan 10 dokter umum," katanya.

Rencananya, tenaga kesehatan akan ditambah mengingat pihaknya menargetkan 60 perawat agar bisa merawat full sesuai jumlah bed. Sementara jumlah 44 perawat sekarang hanya memungkinkan merawat 30-40 pasien Covid-19.

"Dari dinkes sudah memberi lampu hijau akan memberikan perawat tambahan," ujarnya.

Dia menambahkan, bagi keluarga pasien yang nanti akan datang untuk memberikan makanan atau membawa pakaian bagi pasien hanya diperkenankan sampai di depan tenda BNPB. 

Hal ini karena seluruh gedung RSL merupakan zona merah, sementara gedung sekitarnya zona hijau. Di zona merah ini pun dibagi lagi ada ruang isolasi red zone dan semi red zone. 

"Pasien harus berada di ruang isolasi, sementara semi red zone dipisahkan anterum penyekat dan pasien tidak akan lewat daerah itu," ujar Yeti.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq