Rido Rhoma Ditemukan Babak Belur di Kolong Tol, Ini Penyebabnya

Yan Yusuf ยท Rabu, 11 November 2020 - 22:59:00 WIB
Rido Rhoma Ditemukan Babak Belur di Kolong Tol, Ini Penyebabnya
Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Rido Rhoma (10) beserta dua bocah lainnya akhirnya bisa bernafas lega. Kini derita siksa, paksaan mencuri, hingga konsumsi narkoba tak lagi diterima.

Dia kini sedikit kembali ceria. Anak yatim piatu itu ditemukan di kolong tol Fly Over Pasar Pagi, Tambora, Jakarta Barat.

Bocah lainnya yakni Riki Maulana (9) dan Nabila (5) juga ditemukan dalam keadaan menangis tersedu di pinggiran kolong.

“Kalau engga maling, saya dipukulin terus,” kata Rido didampingi petugas P3RS Sudinsos Jakbar di Penampungan Gelandangan, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (11/11/2020).

Tubuh Rido dipenuhi luka memar, rambut depannya sedikit berpitak setelah dicukur oleh pria dewasa yang suka menyiksa. Sesekali, mereka dipaksa untuk ngelem mengkonsumsi sabu sebelum mengamen. Dengan tubuh meringkih Rido hanya gemetar ketakutan.

“Di sekitar Senen, aku dipukul di tempat gelap. Waktu itu aku disuruh maling, aku engga mau, tapi abang itu mukul aku terus,” ucap Rido sembari perlihatkan tangannya yang memar.

Usai dipukul membabi buta, pria dewasa yang berciri tato bintang di pelipis matanya ini memaksanya untuk mengelem, di bawah ancaman kembali disiksa, dia bersama Nabila dan Riki akhirnya menuruti.

Saat terkapar karena mabok, ketiganya malah ditinggalin dan sadar di kawasan Pasar Pagi di sanalah ketiganya lantas bertemu petugas PPSU yang menyelamatkannya.

Hampir sebulan lamanya ketiga ikut sama pria yang tak diketahui namanya ini. Mereka kerap kali dipaksa nyabu saat malam, namun ketiga menolak. Siksaan kemudian harus diterima mereka.

“Aku gamau nyabu, aku mau sekolah,” kata Riki.

Riki sendiri tak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini. Menurutnya dia hanya rindu dengan orang tuanya yang tinggal di Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun untuk letak pasti rumahnya, Riki tak hafal pasti.

“Aku ga pernah main jauh,” katanya.

Petugas P3S, Amelia Putri mengatakan pihaknya telah mencoba mengobrol terhadap ketiganya. Dari situ, diketahui orang tua Rido telah meninggal, sementara Riki dan Nabila masih belum jelas keberadaanya.

“Yang pasti mereka tinggal di Kemayoran,” katanya.

Menelusuri itu, sejak siang tadi pencarian dilakukan petugas P3S, Informasi tentang si ayah yang bekerja sebagai satpam pom bensin, dan ibunya tukang kopi keliling ditelusuri.

“KalU Rido tak punya famili, kemungkinan untuk pembinaan ke Panti Sosial Bina Insan I Kedoya,” kata Amelia.

Sementara itu, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) mengapresiasi PPSU Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat. Menurutnya tanpa perhatian dan kepekaan petugas, tiga bocah korban eksploitasi tak mungkin diselamatkan.

“Kami akan berikan penghargaan kepadanya, beritanya sudah saya baca. Dan kami merasa harus memberikan apresiasi hormat kepada petugas itu,” kata Sekjen Komnas PA, Dhanang Sasongko.

Dhanang menjelaskan apa yang dilakukan PPSU menunjukan masih ada masyarakat yang peduli. Karena perhatiannya, tiga anak itu bisa diselamatkan.

Berkaca dari kejadian ini, Dhanang meminta Polisi menindak, dengan kapabilitas Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat yang kerap mengungkap kasus kekerasan dan prostitusi anak, serta kejahatan jalanan lainnya, bukan hal yang mudah bagi Polisi membongkar kejadian di Roa Malaka.

“Kalo polisi bisa ungkap, ini mengultimatum penjahat dan pelaku lainnya,” kata Dhanang.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq