Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Longsor Terjang Leksono Wonosobo, 1 Orang Tewas Tertimbun
Advertisement . Scroll to see content

Sastrawan Danarto Berpulang

Selasa, 10 April 2018 - 22:35:00 WIB
Sastrawan Danarto Berpulang
Sastrawan senior Indonesia Danarto di panggung pertunjukan beberapa waktu lalu. (Foto: Antara/Dok)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kabar duka datang dari dunia seni Tanah Air. Sastrawan senior Danarto mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (10/4/2018) malam.

Danarto siang tadi mengalami kecelakaan di Ciputat, Tangerang Selatan. Pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 27 Juni 1940 ini ditabrak motor saat menyeberang jalan di Kampung Utan, Ciputat.

Akibat kecelakaan itu, cerpenis ini mengalami koma dan dilarikan ke RS UIN. Namun karena keterbatasan alat, dia dirujuk ke RS Fatmawati. Selasa malam, Danarto berpulang.

”Semua yg berasal dari-Nya, akan kembali juga kepada-Nya. Selamat jalan, Danarto,
sampai jumpa di Sana. Semoga jalanmu dimudahkan-Nya. Amiin,” ujar sastrawan Sapardi Djoko Damono, melalu akun Twitter, Selasa (10/4) malam .

Danarto dikenal sebagai penulis dan sastrawan besar Indonesia. Karyanya yang terkenal antara lain kumpulan cerpen Godlob. Kumpulan cerpennya yang lain, Adam Ma'rifat, memenangkan Hadiah Sastra 1982 Dewan Kesenian Jakarta, dan Hadiah Buku Utama 1982. Pada 2009 dia dianugerahi Ahmad Bakrie Award untuk bidang kesusasteraan.

Lahir sebagai anak keempat dari lima bersaudara, Danarto menikah dengan Siti Zainab Luxfiati (Dunuk), seorang psikolog. Rekam jejaknya di jagat kesusastraan Indonesia sangat panjang. Danarto turut mendirikan Sanggar Bambu Jakarta, bergabung dengan Teater Sardono yang melawat ke Eropa Barat dan Asia pada 1974, dan berpameran puisi Konkret (1978).

Selain Godlob dan Adam Ma'rifat, karyanya antara lain Orang Jawa Naik Haji: Catatan Perjalanan Ibadah Haji (1983), kumpulan cerpen Berhala (1987), dan Kacapiring (2008).

Kabar meninggalnya Danarto mengundang duka mendalam bagi para kolega dan penggemarnya. Di lina masa Twitter, warganet mengucapkan selamat jalan dan menyitir penggalan larik puisinya yang diciptakan pada 2010.

”Ternyata kematian itu membahagiakan. Sungguh di luar dugaan. Kematian itu tidak terbatas. Luas bagai cakrawala. Mengapa harus ditangisi? Jelas ini salah tafsir.”

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut