Siswa SMA di Tangerang Harus Izin Orang Tua untuk Ikut Belajar Tatap Muka
TANGERANG, iNews.id - Sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Tangerang Raya memulai pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (6/9/2021). Termasuk di antaranya sekolah di Kabupaten Tangerang yang memulai PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
Terpantau di SMAN 18 Kabupaten Tangerang seluruh siswa yang hari ini mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah sudah mengantongi izin dari wali murid. Kurang lebih sebanyak 300 siswa masuk pada hari pertama setelah sebelumnya melewati pemeriksaan kesehatan.
"Ini hari pertama kita belajar tatap muka lagi, setelah hampir dua tahun kita melakukan pembelajaran secara daring. Disini, untuk kehadiran siswa cukup banyak, namun memang masih ada yang belum masuk dengan alasan sakit atau yang lain," ujar Kepala SMAN 18 Kabupaten Tangerang, Herri Supriatna, Senin (6/9).
Sebelumnya, seluruh siswa di sekolah tersebut harus menyerahkan surat persetujuan yang ditandatangani oleh wali murid bahwa siswa tersebut siap dan diizinkan untuk belajar di sekolah. Pihak sekolah juga tidak memaksa apabila wali murid tidak menginginkan.
517 TK dan SD di Tangsel Belajar Tatap Muka 13 September, Catat Jadwalnya
"Jadi, sebelum PTM ini, semua anak sudah kasih surat persetujuan, dan diizinkan oleh orang tuanya," ujarnya.
Selain itu, jadwal belajar di sekolah juga terbatas dimana dalam satu Minggu hanya dilakukan selama 3 hari dan dilakukan secara berselang. Jumlah siswa dalam setiap kelas juga dibatasi sebanyak 50 persen dari kapasitas maksimal.
"Disini PTM nya cuma tiga hari, yakni hari Senin, Rabu, dan Jumat. Dimana dari tiga hari itu prosesnya belajarnya dibagi, hari ini (Senin) untuk kelas 10, lalu yang selanjutnya bergilir kelas 11 dan 12. Untuk hari Selasa, Kamis dan Sabtu, akan kita gunakan untuk melakukan sterilisasi sekolah dengan menyemprotkan cairan disinfektan," katanya.
Sementara itu, Muhamad Hasanudin, salah satu siswa kelas 10 mengatakan bahwa dia sangat antusias mengikuti PTM hari ini. Dia juga tidak masalah jika selama proses belajar harus memakai masker untuk alasan kesehatan bersama.
"Seneng, soalnya bisa ketemu teman-teman, bisa belajar langsung, gak bosen karena online. Meskipun saya sudah divaksin, ya engga masalah kalau harus pakai masker, karena kan lagi Covid-19," katanya.
Editor: Faieq Hidayat