JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menaikkan tarif Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penyesuaian tarif diperlukan lantaran subsidi yang diberikan untuk layanan tersebut dinilai sudah terlalu besar.
Menurut Pramono, tarif baru Transjabodetabek rute Blok M-Soetta akan diputuskan pada bulan ini.
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
"Untuk tarif Transjabodetabek Blok M, segera akan kami putuskan, pada bulan-bulan ini," kata Jumat (5/6/2026).
Eks Sekretariat Kabinet ini menjelaskan penyesuaian tarif dilakukan karena beban subsidi yang ditanggung Pemprov DKI Jakarta dinilai terlalu besar. Oleh karenanya, kenaikan harga dinilai bisa mengurangi beban subsidi itu.
Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diserbu Penumpang, Pramono bakal Tambah Bus
"Perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar," ucap Pramono.
Kemudian, ia menyinggung tarif sejumlah rute Transjabodetabek lainnya. Meski begitu, dia belum bisa mengungkap besaran tarif baru moda transportasi umum tersebut.
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Naik usai 3 Bulan, Berkisar Rp10.000-Rp15.000
"Kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya," ucapnya.
Sementara itu, khusus tarif baru rute Blok M-Bandara Soetta tentunya akan lebih mahal ketimbang layanan Transjabodetabek lainnya. Sebab rute tersebut menempuh jarak yang jauh ditambah biaya parkir di Bandara yang terbilang mahal.
Editor: Puti Aini Yasmin