Tawuran Terus Terjadi di Jakarta Timur, Warga Takut Jadi Korban Salah Sasaran
JAKARTA, iNews.id - Tawuran yang terus terjadi di wilayah Jakarta khususnya Jakarta Timur (Jaktim) membuat warga resah sekaligus geram. Mereka khawatir tawuran tersebut merugikan warga yang tidak bersalah.
Salah satunya yang terjadi di Jalan Raya Malaka, Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur pada Jumat (25/2/2022). Tawuran antara dua kelompok remaja tersebut viral di media sosial.
Dalam video amatir terlihat dua kelompok remaja yang bertikai masing-masing membawa senjata tajam berupa celurit, samurai, dan gir motor. Tak ayal aksi tersebut membuat warga sekitar resah dan takut menjadi korban salah sasaran.
Mukidi (46) mengatakan aksi tawuran antar dua kelompok remaja tersebut terjadi pada pukul 16.00 WIB. Dua kelompok remaja yang bertikai saling kejar mengejar sambil menenteng senjata tajam.
Video Tawuran, Polisi Tangkap Pelaku Bercelurit di Cilincing
"Masih anak-anak, pakai seragam sekolah. Kejar-Kejaran di jalan bawa celurit. Ada yang dikejar sampai jatuh hampir disabet pake celurit," ujarnya di Jakarta Timur, Senin (28/2/2022).
Meski tidak mengetahui penyebab pasti tawuran dipicu atas dasar apa, damun dia menilai aksi tawuran tersebut sangat meresahkan. Terlebih, dua kelompok remaja yang saling serang menggunakan jalan umum sebagai medan melakukan aksi tawuran.
"Sangat terganggu sekali. Di sini kan jalan umum, kejar-kejaran begitu sambil bawa celurit kan bikin orang takut. Bagaimana kalau salah sasaran, ada korban yang mau tanggung jawab siapa," kata Mukidi.
Mukidi menuturkan, aksi tawuran dua kelompok remaja tersebut berhenti setelah salah satu kelompok remaja yang bertikai melarikan diri ke arah permukiman warga. Dia berharap agar aksi serupa tak terulang kembali. Mukidi jug ameminta pihak sekolah dan kepolisian melakukan tindakan tegas kepada para pelajar yang kerap melakukan tawuran.
"Masih sekolah bocah-bocah begitu kok senangnya tawuran buat rusuh. Kalau dibiarkan terus makin menjadi, harus ada hukuman buat pelajar yang sering tawuran. Harapannya ditangkap, masukkan ke penjara biar tahu rasa," tuturnya.
Editor: Rizal Bomantama