Tersangka Pencabulan Kabur dari Mapolres Bekasi Kota, Jebol Plafon saat Diizinkan ke Kamar Mandi
BEKASI, iNews.id - Tersangka pencabulan anak berinisial M (40) ditemukan tewas di Kali Bekasi wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. M diketahui sempat kabur dari Mapolres Metro Bekasi Kota.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi menjelaskan kondisi keamanan ruangan penyidik PPA banyak orang saat M kabur. Akibatnya saat tersangka menjebol plafon kamar mandi suaranya tidak terdengar hingga berhasil kabur.
"Kebetulan di ruang PPA itu banyak orang, ada ruang bersama. Saat menjebol itu tidak terdengar dari kamar mandi," kata Aloysius di kantornya dikutip Senin (3/1/2022).
Dia menyebut tersangka menjebol plafon hanya dengan menggunakan tangan tanpa bantuan apa pun. Kejadian itu baru diketahui setelah tersangka menjebol plafon dan berhasil kabur.
"Setelah yang bersangkutan ini naik ke atas plafon dan menginjak plafon kantin sebelah Polres dan di situ ada saksi yang melihat. Woi kamu mau ke mana. Dari situ semua mengejar," tuturnya.
Namun setelah ditelusuri dan dilakukan pencarian di luar sungai, tersangka tidak ditemukan. Hingga akhirnya tersangka ditemukan warga dalam keadaan meninggal dunia.
Akibat peristiwa tersebut, tiga anggota penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Bekasi Kota diperiksa Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Metro Jaya.
“Ada 3 anggota yang diperiksa. Mereka penyidik yang melakukan pemeriksaan dan pemborgolan, dan melepas borgol untuk kepentingan konsumsi makanan kepada pelaku. Saat ini sudah dilakukan pemeriksaan oleh Irwasda dan Propam polda metro jaya," tuturnya.
Seperti diketahui, M (40) merupakan tersangka yang ditangkap jajaran Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan pencabulan terhadap bocah berusia 15 tahun di sebuah WC umum. Pada Jumat (31/12/2021) tersangka M melarikan diri dengan menjebol plafon saat dirinya diberikan izin untuk pergi ke kamar mandi.
Pada Sabtu (1/1/2022) jenazah M ditemukan di Kali Bekasi tepatnya di daerah Bekasi Selatan. Jenazah M diduga meninggal dunia akibat tenggelam karena derasnya arus sungai.
Editor: Rizal Bomantama