Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kekeringan Landa Cibarusah Bekasi, BNPB: 160 KK Kesulitan Air Bersih
Advertisement . Scroll to see content

Update Banjir Jabodetabek: 183.530 Orang Mengungsi, 47 Meninggal

Jumat, 03 Januari 2020 - 22:42:00 WIB
Update Banjir Jabodetabek: 183.530 Orang Mengungsi, 47 Meninggal
Warga menungsi di Halte Transjakarta Jembatan Baru, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020). Mereka tetap bertahan di tempat itu hingga hari ini, Jumat (3/1/2020) karena banjir yang merendam rumah mereka belum surut. (Foto: Antara/Indrianto Eko S
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNew.idBanjir di Jabodetabek terus berangsur surut. Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau sudah tidak ada genangan banjir di Jakarta Pusat, Kota Depok dan Kota Bogor pada Jumat (3/1/2020).

Kendati demikian, sejumlah wilayah seperti Kabupaten dan Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan beberapa wilayah Jakarta masih tergenang. Ribuan orang juga masih mengungsi.

”Jumlah pengungsi di seluruh Jabodetabek 183.530 orang atau 41.495 KK yang terebar di sedikitnya 107 titik. Jumlah korban meninggal bertambah empat orang sehingga total meninggal dan hilang menjadi 47 orang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo, Jumat (3/1/2020) malam.

Agus menjelaskan, berdasarkan pemantauan Pusdalops, kedalaman banjir di Kabupaten Bekasi mencapai 20-50 cm, Kota Bekasi 20-300cm, Kabupaten Bogor 20-30 cm, Kota Tangerang 30-50 cm, dan Kota Tangsel kurang dari 10 cm.

Sementara di Jakarta Timur 20 - 25 cm, Jakarta Barat 20 - 70 cm, Jakarta Selatan 20-200 cm, Jakarta Utara 20-70 cm. Akibat masih tingginya genangang ini, warga memilih meningalkan sementara rumahnya.

Seperti terpantau di halte Transjakarta Koridor 3 (Harmoni-Kalideres). Sedikitnya 140 orang korban banjir masih bertahan di tempat pengungsian itu, mulai halte Dispenda, Jembatan Gantung, Taman Kota, dan Jembatan Baru.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, Transjakarta mengizinkan warga untuk mengungsi di tempat itu. Langkah ini sesuai dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta yang meminta jajaran Pemprov untuk membantu warga yang terdampak banjir.

"Ada beberapa halte Transjakarta dan depo yang dijadikan oleh warga sebagai tempat pengungsian,” tutur Nadia dalam keterangan resmi, Jumat.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut