Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hari Ketujuh Kebakaran TPA Jatiwaringin, 300 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
Advertisement . Scroll to see content

Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang: Titik Api Sisa 30 Persen

Rabu, 08 Juli 2026 - 14:57:00 WIB
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang: Titik Api Sisa 30 Persen
Pemkab Tangerang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk. (Foto: Pemkot Tangerang)
Advertisement . Scroll to see content

TANGERANG, iNews.id - Proses pemadaman imbas kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang masih terus berlangsung memasuki hari kesembilan pada, Rabu (8/7/2026).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik memprediksi masih terdapat sekitar 30 persen titik api yang tersisa dari total area yang sebelumnya terbakar.

“Hari ke-9, hasil sampai dengan hari ke-9 ini sekitar mungkin sekitar 30 persen lagi lah dari 15 hektare yang terbakar,” ucap Taufik kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Taufik menambahkan, saat ini petugas masih terus berupaya memadamkan sisa titik api sekaligus mengantisipasi munculnya api baru dari dalam tumpukan sampah.

Taufik menerangkan, kebakaran di TPA memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran lahan gambut. Pasalnya, tumpukan sampah di TPA Jatiwaringin telah menggunung selama bertahun-tahun, sehingga menghasilkan kandungan gas metana

Karena itu, proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus. Petugas harus mengurai gunungan sampah menggunakan alat berat agar titik api di bagian dalam lebih mudah dijangkau dan dipadamkan.

"Karena memang struktur sampah dengan gambut ini berbeda. Kalau gambut kan memang sulit juga, tapi lebih berat TPA, sampah TPA yang menggunung ya, bukan sekedar sampah tapi yang sudah menggunung, yang sudah puluhan tahun, karena dia mengandung gas metana, gas listrik,” tuturnya.

Hingga saat ini, pemadaman masih dilakukan melalui tiga metode, yakni penyiraman dari darat oleh petugas pemadam kebakaran, water bombing menggunakan helikopter BNPB, serta injeksi pada titik panas oleh Manggala Agni.

“(Pemadaman) dengan tiga metode. Yang pertama dari pemadam kebakaran, dari darat pemadam kebakaran. Kemudian dari BNPB juga menggunakan pesawat heli water bombing. Jumlahnya secara bertahap meningkat, dari mulai satu, dua, sampai sekarang udah empat. Tapi yang beroperasi hari ini tiga ya, karena satunya ada kegiatan lain,” ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut