Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Janji Renovasi Sekolah-Sekolah Tua di Jakarta, Prioritaskan Pendidikan
Advertisement . Scroll to see content

Viral Bentrokan Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Jaksel gegara Penertiban Pedagang Nasi, Ini Kata Pramono

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:05:00 WIB
Viral Bentrokan Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Jaksel gegara Penertiban Pedagang Nasi, Ini Kata Pramono
Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara terkait bentrokan antara petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dengan pekerja proyek di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Ia menegaskan peristiwa terjadi bukan dipicu penertiban pedagang nasi.

Menurut Pramono, insiden tersebut bermula dari operasi penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan.

“Mereka bukan seperti yang digambarkan melakukan penertiban terhadap pedagang ataupun ibu yang biasa berjualan di sana. Ini rentetannya adalah penertiban yang dilakukan oleh Dishub sehingga tidak ada kaitannya dengan itu,” tegas Pramono di Jakarta Timur, Senin (12/10/2026).

Pramono menjelaskan, operasi dilakukan untuk menertibkan PKL, parkir liar, serta pedagang sementara yang menggunakan lahan tidak sesuai peruntukannya hingga mengganggu ketertiban masyarakat.

“Awalnya adalah ini merupakan penertiban terhadap PKL, parkir liar dan juga pedagang kaki lima yang eh sementara tetapi menggunakan lahan yang mengganggu ketertiban masyarakat,” jelas Pramono.

Penertiban kemudian berlanjut ke kawasan Kolam Renang Bulungan. Di lokasi tersebut, petugas Dishub melakukan operasi cabut pentil terhadap kendaraan yang parkir sembarangan. Menurut Pramono, situasi memanas setelah sejumlah pekerja proyek diduga memprovokasi petugas hingga terjadi bentrokan.

“Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi. Terutama para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara dishub dengan para pekerja yang ada,” ungkap Pramono.

Pramono menuturkan, petugas Dishub sempat mundur untuk menghindari bentrokan. Namun, sejumlah orang disebut masih mengejar petugas dan melakukan kekerasan. Salah satu korban merupakan anggota Satpol PP yang dipukul menggunakan helm hingga mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis.

“Akhirnya Dishub-nya mundur keluar dan masih ada orang yang mengejar petugas. Termasuk Satpol PP yang kemudian dipukuli dihantam pakai helm dan Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima 6 jahitan,” lanjut dia.

Pramono menyayangkan kekerasan terhadap petugas yang tengah menjalankan penegakan aturan. Dia menegaskan, permohonan maaf dari pemilik proyek tidak menghapus proses hukum atas insiden tersebut.

“Sampai sekarang karena itu sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi. Saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan,” tandas dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut