Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Inara Rusli Pastikan Ada Wali saat Nikah Siri dengan Insanul Fahmi!
Advertisement . Scroll to see content

Viral Perempuan di Bogor Adang Truk Sampah karena Tak Terpilih Jadi Ketua RT

Senin, 09 Oktober 2023 - 16:23:00 WIB
Viral Perempuan di Bogor Adang Truk Sampah karena Tak Terpilih Jadi Ketua RT
Viral di media sosial video seorang perempuan yang mengadang truk sampah di wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor karena tak terpilih jadi ketua RT. (Foto: X @txtdaribogor)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Viral di media sosial video seorang perempuan yang mengadang truk sampah di wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Rupanya pengadangan truk tersebut buntut dari pemilihan ketua RT.

Video itu diunggah akun Twitter @txtdaribogor. Awalnya, tampak seorang perempuan menghadang laju truk berwarna oranye milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor yang hendak mengangkut sampah warga dari perumahan tersebut. Aksi wanita itu pun diprotes oleh warga lain yang merekam video sehingga sempat terlibat adu mulut. 

"Ayo terus masuk Pak," ucap perekam video meminta kepada sopir truk, Senin (9/10/2023).

"Saya tidak terima jalan ini rusak," kata wanita pengadang truk sampah.

Terpisah, Kapolsek Cijeruk Kompol Hida Tjahjono membenarkan adanya pengadangan truk sampah dalam video beredar. Peristiwa itu diketahui terjadi di salah satu perumahan pada 3 Oktober 2023.

"Kejadiannya hari Selasa, minggu lalu," kata Hida saat dikonfirmasi, Senin (9/10/2023).

Perselisihan itu berawal dari adanya pemilihan ketua RT. Perempuan yang mengadang truk tidak terpilih menjadi ketua RT.

"Jadi pemilihan RT, dia gagal kalah gak dipilih warga," ucapnya.

Selanjutnya, perempuan itu hendak membuat RT baru yang hanya beranggotakan 10 Kepala Keluarga (KK). Alhasil, dia terlibat perselisihan dengan warga lainnya berujung pada pengadangan truk sampah.

"Terus akhirnya dia ingin bentuk RT sendiri terpisah dengan aturan gak mau bayar iuran pengelolaan lingkungan, sekitar 10 KK. Tapi kan warga yang lain mayoritas butuh diangkut sampahnya," ucap Hida.

Perselisihan warga itu sempat akan dimediasi oleh pihak desa. Tetapi, kelompok 10 KK tidak kunjung datang ketika diundang untuk mediasi.

"Sudah kita mediasikan, diundang di desa 2 kali yang 10 KK ini gak datang, terus kades inisiatif bikin tenda di dalam perumahan itu untuk mediasi tapi mereka tetap gak datang. Alasan ada kegiatan di luar pada gak datang dari 10 KK itu. Yaudah warga yang lain membiarkan mereka gak bayar IPL tidak apa-apa terserah mereka cuma jangan ganggu warga yang lain," tuturnya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut