Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger Penusukan dan Serangan Zat Kimia di Pabrik Jepang, 15 Orang Terluka
Advertisement . Scroll to see content

Viral Pria Tewas Penuh Luka Tusuk di RS Mitra Jakbar, Ini Kronologinya

Rabu, 21 April 2021 - 11:48:00 WIB
Viral Pria Tewas Penuh Luka Tusuk di RS Mitra Jakbar, Ini Kronologinya
Ilustrasi mayat(Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Seorang remaja berinisial MRR (19) meregang nyawa usai ditusuk pemain futsal. MRR terekam CCTV dan viral di media sosial saat diantar dua orang tak dikenal ke Rumah Sakit Mitra Jakarta Barat.

Korban terluka di punggung bagian tengah. Sementara korban luka dialami WN (19) yang juga tersabet pisau di bagian lengan kiri. Kejadian itu terjadi pada Senin (19/4/2021) dini hari usai dua tim futsal kelompok Kojan, RT 11/06 Kalideres dan Bulak Teko RT 6/8, Kalideres bertanding. 

Diduga karena tak terima kalah, MRR yang bukan merupakan pemain futsal dari keduanya tewas.

"Dia hanya mediator aja. Kaya yang nengahi keduanya," kata warga sekitar, Grentino Piero, Selasa (20/4/2021) malam.

Saat malam kejadian, Grentino melihat bila korban sedang menaiki motor, sementara pelaku berlari mengejar lalu menusuk korban di bagian punggung, membuat korban dan temannya, NW terjatuh.

Pelaku kemudian langsung kabur. Grentino yang tak lain temen NW membawa keduanya ke Rumah Sakit Mitra Kalideres. Namun nyawa MRR tak terselamatkan, sementar NW terluka.

Dari laporan yang diterima polisi, NW tersabet di lengan kiri oleh pisau yang dibawa pelaku. Meski demikian antara MRR dan NW dengan pelaku tak saling kenal.  

Grentino yang telah dimintai keterangannya oleh polisi menyebutkan bila pelaku merupakan kelompok Bulak Teko. Dugaan kuat, pelaku merupakan anggota dari dua tim futsal yang bertanding saat itu. Sementara korban yang tewas diketahui tinggal di Kojan, Tangerang.

Selesai laporan warga, tim gabungan Polres Metro Jakarta Barat terdiri Unit Krimum Satreskrim dan Unit Reskrim Polsek Kalideres telah melakukan olah TKP. Tim tengah memburu pelaku yang identitasnya telah dikantongi.

Motif sementara, kelompok pelaku tak terima harus membayar sewa lapangan futsal secara penuh. Padahal kesepakatan itu telah diamini keduanya sebelum bertanding.

Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat AKP Dimitri Mahendra mengatakan selain harus membayar uang sewa lapangan futsal. Mereka juga wajib bayar Rp300.000.

"Ada uang taruhan sekitar Rp 300.000," kata Dimitri. 

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut