Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Transjakarta Rute Khusus CFD Senayan-Ancol Diluncurkan, Penumpang Masuk Ancol Gratis
Advertisement . Scroll to see content

Warga Ngeluh CFD Jakarta Full Polusi, Ini Respons Pramono!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:18:00 WIB
Warga Ngeluh CFD Jakarta Full Polusi, Ini Respons Pramono!
CFD Jakarta dipenuhi polusi udara. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Aktivitas warga saat Car Free Day (CFD) Jakarta pada Minggu (16/8/2026) pagi terganggu kondisi udara yang buruk. Sejumlah warga bahkan mengeluhkan langit Jakarta yang tampak pekat dan diselimuti kabut polusi.

Keluhan tersebut ramai dibagikan di media sosial. Salah satunya datang dari akun Threads @pratawaryanta yang mengunggah suasana pagi Jakarta saat CFD sekaligus tangkapan layar kualitas udara.

"Mau jogging di CFD tapiiiii polusi udara dan langit Jakarta kayak gini, mending tarik selimut lagi aja ga siiihhh?" tulis akun tersebut, dikutip Minggu (16/8/2026). 

Dalam unggahannya, akun itu juga memperlihatkan hasil pemantauan kualitas udara dari IQAir yang menunjukkan kondisi udara Jakarta berada dalam kategori tidak sehat.

Gubernur DKI Jakarta Angkat Suara

Keluhan si netizen mendapat perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia membenarkan kualitas udara Jakarta memang sedang memprihatinkan.

Menurut Pramono, salah satu faktor yang memperburuk kondisi udara adalah minimnya hujan. Ia menyebut Jakarta sudah hampir tiga pekan tidak diguyur hujan.

"Saudara-saudara sekalian, memang sekarang ini kondisi cuaca dan polusi udara cukup memprihatinkan. Karena memang sudah hampir tiga minggu tidak pernah ada hujan," ujar Pramono saat konferensi pers di Taman Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Jakarta Sempat Jadi Kota Paling Berpolusi

Buruknya kualitas udara Jakarta juga terlihat dari sejumlah indikator pemantauan udara.

Berdasarkan pantauan iNews.id melalui laman IQAir pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 09.22 WIB, Jakarta berada di posisi pertama sebagai kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia.

Saat itu, indeks kualitas udara atau AQI Jakarta tercatat 169 dengan PM2.5 sebagai polutan utama. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.

Data dari situs pemantauan kualitas udara milik Pemprov DKI Jakarta, udara.jakarta.go.id, juga menunjukkan kondisi yang kurang baik. Pada waktu yang sama, parameter PM2.5 tercatat dengan skor kualitas udara 121 dan berada pada kategori tidak sehat.

Kondisi ini menjadi perhatian karena CFD biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga di ruang terbuka. Namun, kualitas udara yang buruk justru dapat membuat aktivitas fisik di luar ruangan perlu dipertimbangkan kembali, terutama bagi kelompok yang sensitif terhadap polusi.

Pemprov Sudah Coba Modifikasi Cuaca

Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta sebenarnya telah beberapa kali berupaya mengatasi persoalan tersebut dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Namun, upaya itu belum dapat dilakukan karena tidak terdapat potensi awan hujan yang memadai di wilayah Jakarta.

"Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba melakukan modifikasi cuaca. Tapi kami memohon maaf karena awannya tidak ada, sehingga hujan belum bisa dilakukan," katanya.

Meski demikian, Pemprov DKI tidak menghentikan upaya tersebut. Pramono telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk bekerja sama dengan BMKG kalau kemudian awannya ada untuk segera dilakukan modifikasi cuaca," tegasnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut