Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Wisma Atlet Kemayoran Siap Rawat Jamaah Haji Rujukan Positif Covid-19

Rabu, 13 Juli 2022 - 11:16:00 WIB
Wisma Atlet Kemayoran Siap Rawat Jamaah Haji Rujukan Positif Covid-19
RSDC Wisma Atlet (Foto : Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -  Pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) termasuk jemaah haji yang positif Covid-19 dari hasil screening petugas terkait tetap bisa melakukan isolasi di Wisma Atlet Kemayoran. Sejumlah persiapan sudah dilakukan.

"RSDC Wisma Atlet Kemayoran merupakan Isoter untuk PPLN dan PPDN terkonfirmasi Covid 19," ujar Kepala Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran, dr. Mintoro Sumego MS Sumego, Rabu (13/7/2022).

Dia mengungkapkan nantinya para pelaku perjalanan luar negeri termasuk jemaah haji perlu melalui prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah. Apabila ada yang positif maka perlu menjalani perawatan.

"Nanti bagian karantina yang akan merujuk. Sama prosedurnya," kata Mintoro Sumego.

Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk Wisma Atlet Kemayoran merupakan tempat pasien yang sudah positif Covid-19, sedangkan untuk Wisma Atlet Pademangan, Rusun Pasar Rumput dan lokasi lainnya merupakan tempat karantina PPLN.

"Untuk karantina Pademangan. Isolasi RSDC. Karantina dan Isolasi sesuatu yang berbeda," tuturnya. 

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebanyak 4.765 Jemaah haji gelombang pertama akan mulai bertolak ke tanah air pada tanggal 15 dan 16 juli 2022 melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS menyatakan bahwa di masa kesiapsiagaan COVID-19, maka jemaah haji yang tiba di tanah air akan dilakukan upaya pengawasan kekarantinaan kesehatan dan protokol kesehatan yang berlaku.

“Bagi Jemaah yang tiba di tanah air, akan dilakukan skrining kesehatan saat kedatangan di bandara internasional debarkasi," ujar Budi Sylvana

Skrining yang dimaksudkan adalah pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jemaah di asrama haji debarkasi. 

Apabila didapati jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan test antigen. Apabila hasil reagen menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala/gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang/berat akan dirujuk ke RS Rujukan COVID-19," kata dia.

Sementara bagi jemaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan dan observasi di asrama haji debarkasi, dapat kembali ke rumahnya dengan tetap menjalani karantina mandiri dan memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari ke depan.

“Jemaah akan dibagikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah haji/K3JH, dan dilakukan pengawasan oleh dinkes setempat," terang Budi Sylvana.

Selain skrining kesehatan, Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan posko kesehatan di bandara untuk pelayanan rawat jalan, emergency, dan rujukan. 

Selain itu juga menyediakan mobil ambulans dan tenaga medis sebagai antisipasi terhadap penyakit menular. Kemenkes juga menyiapkan sistem surveilans kesehatan terhadap jemaah haji Indonesia yang tiba di tanah air besama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota.

dr. Budi meminta semua jemaah haji Indonesia tetap mematuhi pesan pesan promkes dalam menjaga kesehatan, mulai dari jangan tunggu haus, hingga tetap memakai Alat Pelindung Diri (APD) setiap menjalankan aktivitas di luar pondokan. Selain itu jemaah diminta tetap mematuhi protokol kesehatan terutama pemakaian masker.

“Agar jemaah tetap sehat selama di Arab Saudi maupun nanti sekembalinya ke tanah air," kata Budi Sylvana.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut