Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Terkini M4,3 Guncang Cianjur Jabar, Kedalaman 5 Km
Advertisement . Scroll to see content

11.185 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Ungkap 165 Kali Dirasakan Warga

Rabu, 02 September 2026 - 07:49:00 WIB
11.185 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Ungkap 165 Kali Dirasakan Warga
Ilustrasi gempa susulan di NTT. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan pascagempa utama berkekuatan M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 11.185 kejadian. Data BMKG hingga Rabu (2/9/2026) pukul 05.00 WIB menunjukkan gempa susulan terbesar mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil tercatat M0,9.

Dari total tersebut, BMKG mencatat 36 gempa susulan berkekuatan di atas M5. Sebanyak 165 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto sebelumnya memperkirakan rangkaian gempa susulan masih berlangsung selama tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam,” kata Wijayanto, Rabu (2/9/2026).

Hasil pemantauan BMKG menunjukkan sejumlah gempa susulan menghasilkan guncangan signifikan dengan intensitas IV-VI MMI yang dirasakan kuat oleh warga setempat.

Salah satu guncangan terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan kekuatan M5,6. Sehari kemudian, gempa M5,8 terjadi pada pukul 05.45 WIB, lalu disusul gempa M5,8 pada pukul 09.47 WIB.

Rangkaian guncangan tersebut memicu kerusakan tambahan pada sejumlah struktur bangunan dan jembatan yang sebelumnya terdampak. Tanah longsor juga terjadi di beberapa lokasi.

Berdasarkan hasil relokasi BMKG, gempa susulan tidak tersebar merata. Aktivitas tersebut membentuk beberapa klaster.

Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan memanjang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.

Klaster lain teridentifikasi di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.

Wijayanto menjelaskan aktivitas pada sejumlah klaster tersebut terus bergerak secara dinamis. Pada hari pertama hingga keempat setelah gempa utama, aktivitas seismik tersebar di seluruh klaster dari arah timur ke barat.

Memasuki hari kelima dan keenam, aktivitas gempa lebih terkonsentrasi di klaster bagian barat. Sementara itu, aktivitas di klaster bagian timur mulai mengalami penurunan secara bertahap.

BMKG terus menjalankan sistem pemantauan gempa secara real-time selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan untuk mengikuti perkembangan aktivitas tersebut.

Pemantauan dilakukan dengan menganalisis jumlah kejadian, magnitudo, distribusi sumber gempa, arah pergerakan aktivitas hingga karakteristik sumber gempa.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan informasi terkait perkembangan gempa dapat disampaikan secara akurat dan tepat waktu kepada masyarakat serta instansi terkait.

BMKG juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi maupun isu yang sumber dan kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan,” ucap dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut