116 Bayi Lahir dari Ibu Positif dan PDP Covid-19, 5 Meninggal

Riezky Maulana ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 19:45 WIB
116 Bayi Lahir dari Ibu Positif dan PDP Covid-19, 5 Meninggal

RSUP Persahabatan melaporkan 116 bayi lahir dari ibu terkonfirmasi positif atau berstatus PDP Covid-19 di rumah sakit ini sampai dengan Selasa (7/7/2020) kemarin.. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur memperbarui data pasien yang menjalani perawatan inap. Terhitung sampai Selasa (7/7/2020) terdapat 1.179 pasien di rumah sakit ini.

RSUP Persahabatan juga melaporkan, terdapat 116 bayi yang dilahirkan dari kandungan ibu terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) maupun berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Lima bayi di antaranya meninggal dunia ketika dilahirkan.

"Tetapi bayi yang meninggal ini bukan karena Covid-19, tetapi lahir dengan berat badan rendah. Jadi bayi itu terlahir dalam kondisi tidak baik, bukan karena Covid ya," kata Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah, Jumat (10/7/2020).

Rita menerangkan, tim dokter RSUP masih menelaah apakah ada kemungkinan bayi yang terpapar dari ibu terkonfirmasi positif. Hanya, sampai saat ini bayi meninggal karena bawaan ibu sehingga lahir dalam kondisi kesehatan buruk.

Secara keseluruhan, dari 1.179 pasien yang dirawat, terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 385 orang, PDP 26, dan 768 lainnya tidak terkonfirmasi Covid-19. Merujuk angka PDP yang kecil, dia menyebut karena RSUP Persahabatan sekarang dapat melakukan pemeriksaan swab dari alat yang dimiliki sendiri.

"Dengan hasil swab kami tidak menungu lama lagi. Sudah jelas mana yang PDP dan mana yang terkonfirmasi positif," katanya.

Rika menuturkan, RSUP Persahabatan pernah menduduki urutan nomor satu untuk kategori merawat pasien konfirmasi positif Covid-19 terbanyak di Indonesia yakni 380 orang. Di posisi kedua, disusul Sidoarjo Sidoarjo 376 orang.

"Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi. Jangan sampai jadi nomor satu lagi (tidak banyak lagi pasien terkonfirmasi positif)," tuturnya.

Editor : Zen Teguh