Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Tanda Gunung Anak Krakatau Akan Berhenti Erupsi, Ini Penjelasan Ahli
Advertisement . Scroll to see content

13 Barang Wajib Ada di Tas Siaga Bencana, Baju dan Makanan Saja Tak Cukup!

Selasa, 08 September 2026 - 13:07:00 WIB
13 Barang Wajib Ada di Tas Siaga Bencana, Baju dan Makanan Saja Tak Cukup!
Ilustrasi Tas Siaga Bencana. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah mengalami episode erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada, sementara abu vulkanik akibat aktivitas gunung api tersebut dilaporkan berdampak pada sejumlah wilayah. 

Dalam situasi seperti ini, kesiapsiagaan keluarga menjadi penting. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) sebelum kondisi darurat terjadi.

BNPB menjelaskan, Tas Siaga Bencana merupakan tas tahan air yang dipersiapkan anggota keluarga untuk menghadapi bencana atau kondisi darurat. Tas tersebut bertujuan membantu keluarga bertahan hidup ketika bantuan belum datang sekaligus memudahkan proses evakuasi menuju tempat aman. 

BNPB merekomendasikan kebutuhan dasar dalam TSB untuk menunjang kebutuhan sekitar tiga hari. Lantas, apa saja yang perlu disiapkan, khususnya untuk menghadapi ancaman erupsi dan abu vulkanik?

Barang-Barang Wajib Ada di Tas Siaga Bencana

1. Surat-Surat Penting

Dokumen penting menjadi salah satu barang yang perlu dimasukkan ke dalam tas siaga.

BNPB menyebut beberapa contohnya seperti surat tanah, surat kendaraan, ijazah, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya.

Dokumen tersebut sebaiknya dilindungi menggunakan plastik atau wadah kedap air agar tidak rusak ketika terkena hujan maupun air selama proses evakuasi. 

2. Pakaian untuk 3 Hari

BNPB menyarankan menyiapkan pakaian yang dapat menunjang kebutuhan selama kurang lebih tiga hari.

Isinya dapat berupa pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, hingga jas hujan.

Untuk kondisi erupsi gunung api, pakaian tertutup juga penting untuk membantu mengurangi paparan abu vulkanik pada kulit.

3. Makanan Ringan Tahan Lama

Makanan praktis dan tidak mudah rusak juga perlu disiapkan.

Contoh yang disebut BNPB antara lain mi instan, biskuit, abon, dan cokelat. Pilih makanan yang mudah dibawa, tidak membutuhkan banyak peralatan untuk dikonsumsi, serta memiliki masa simpan cukup panjang.

4. Air Minum

Air merupakan kebutuhan utama ketika keluarga harus mengungsi.

BNPB memasukkan air minum sebagai salah satu kebutuhan dasar dalam TSB dan menyarankan persediaannya dapat mendukung kebutuhan selama kurang lebih tiga hari. 

5. Kotak P3K dan Obat-obatan Pribadi

Jangan lupa memasukkan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Obat-obatan pribadi yang rutin dikonsumsi anggota keluarga juga perlu dibawa. BNPB memasukkan obat pribadi dan obat-obatan umum sebagai bagian dari perlengkapan TSB. 

6. Ponsel, Charger, dan Power Bank

Ponsel bukan hanya alat untuk berkomunikasi. Dalam kondisi bencana, perangkat ini dapat digunakan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai situasi dan arahan evakuasi.

BNPB merekomendasikan radio atau ponsel beserta baterai, charger, maupun power bank untuk memantau informasi kebencanaan.

7. Perlengkapan Mandi

Perlengkapan kebersihan juga jangan sampai tertinggal.

BNPB memberikan contoh berupa sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, sisir, dan cotton bud. Perlengkapan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anggota keluarga.

8. Masker

Masker menjadi salah satu perlengkapan penting ketika menghadapi abu vulkanik.

BNPB memasukkan masker dalam Tas Siaga Bencana sebagai alat bantu pernapasan untuk menyaring udara kotor atau tercemar. 

Dalam panduan menghadapi erupsi gunung api, BNPB juga secara khusus meminta masyarakat mempersiapkan masker untuk mengantisipasi debu vulkanik.

Dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih dipantau dan potensi hujan abu, masyarakat sebaiknya memiliki masker cadangan, bukan hanya satu buah untuk setiap anggota keluarga.

9. Peluit

Peluit mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat membantu ketika seseorang membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat.

BNPB memasukkan peluit sebagai alat bantu untuk meminta pertolongan ketika terjadi keadaan darurat. 

10. Uang Tunai

Uang tunai juga perlu disiapkan dalam jumlah secukupnya.

BNPB menyarankan uang cash untuk memenuhi kebutuhan selama kurang lebih tiga hari. Hal ini penting sebagai antisipasi apabila layanan pembayaran elektronik, ATM, atau jaringan komunikasi mengalami gangguan.

11. Alat Penerangan

Senter menjadi perlengkapan yang tidak boleh dilupakan.

BNPB menyebut beberapa alat penerangan yang dapat disiapkan, seperti senter, lampu kepala atau headlamp, korek api, dan lilin.

Namun, untuk tas evakuasi, senter atau headlamp dengan baterai cadangan menjadi pilihan praktis karena dapat digunakan ketika listrik padam maupun saat proses evakuasi berlangsung pada malam hari.

12. Kacamata Pelindung

Selain masker, mata juga perlu dilindungi dari abu vulkanik.

Dalam panduan menghadapi gunung api, BNPB secara khusus menganjurkan masyarakat mempersiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi debu vulkanik. Saat terjadi letusan, BNPB juga meminta masyarakat menggunakan keduanya. 

Karena itu, kacamata pelindung layak menjadi tambahan penting dalam tas siaga yang disiapkan khusus menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau.

13. Pakaian Tertutup dan Pelindung Tubuh

Pakaian tertutup juga penting ketika abu vulkanik mulai turun.

Masyarakat dapat menyiapkan baju lengan panjang, celana panjang, jaket, dan penutup kepala untuk mengurangi kontak langsung abu dengan kulit.

Perlengkapan ini sebenarnya merupakan bagian dari kebutuhan sandang yang sudah masuk dalam rekomendasi TSB BNPB, sehingga untuk konteks erupsi gunung api perlu mendapat perhatian lebih.

Jangan Hanya Mengandalkan Tas Siaga

Menyiapkan Tas Siaga Bencana bukan berarti masyarakat harus menunggu sampai kondisi memburuk sebelum melakukan evakuasi.

BNPB menekankan pentingnya mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang ketika terjadi aktivitas gunung api. Dalam panduan menghadapi erupsi, masyarakat juga diminta mengetahui jalur evakuasi serta lokasi tempat pengungsian atau shelter yang telah ditentukan.

Khusus Gunung Anak Krakatau, episode erupsi menerus yang berlangsung sejak 4 September 2026 memang telah berakhir pada 6 September. Namun, Badan Geologi menyatakan aktivitas vulkanik masih dipantau dan status Gunung Anak Krakatau tetap Level III atau Siaga. Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api. 

BNPB sebelumnya juga mengingatkan masyarakat yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk melakukan langkah antisipasi, termasuk menggunakan perlindungan pernapasan. 

Dengan demikian, Tas Siaga Bencana sebaiknya sudah berada di tempat yang mudah dijangkau dan siap dibawa kapan saja. Isinya pun perlu diperiksa secara berkala, terutama masa berlaku makanan, kondisi obat-obatan, baterai, serta ketersediaan air.

Yang tak kalah penting, masyarakat harus tetap mengacu pada informasi resmi BNPB, BPBD, PVMBG/Badan Geologi, dan BMKG, bukan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut