Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Contoh Pidato Calon Ketua OSIS yang Inspiratif dan Penuh Visi
Advertisement . Scroll to see content

2 Contoh Pidato tentang Korupsi Rugi Dunia Akhirat, Simak di Sini!

Jumat, 15 September 2023 - 21:14:00 WIB
2 Contoh Pidato tentang Korupsi Rugi Dunia Akhirat, Simak di Sini!
Contoh pidato tentang korupsi rugi dunia akhirat (freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Deretan contoh pidato tentang korupsi rugi dunia akhirat berikut patut untuk disimak. Sama seperti pidato pada umumnya, struktur teks ini terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup.

Sementara itu, topik tentang korupsi dipilih untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai dampak negatif dari sebuah ketidakjujuran. Namun agar makna dari pidato tersebut dapat tersampaikan dengan baik, orator juga harus mempertimbangkan mimik, gerak tubuh, hingga intonasi saat berpidato. 

Adapun contoh pidato tentang korupsi rugi dunia akhirat adalah sebagai berikut.

Contoh Pidato tentang Korupsi Rugi Dunia Akhirat

1. Contoh pertama

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah. Assalatu wassalamu ala rosulillah, wa ala alihi wa sohbihi wa mawawala.
Yang Terhormat, Bapak/Ibu Kepala…
Serta hadirin yang berbahagia,

Pertama di awal jumpa, marilah kita ucapkan puji serta syukur atas kehadirat Allah, Tuhan yang Maha Kasih lagi Maha Sayang yang telah memberikan kita begitu banyak nikmat sehingga bisa berkumpul di ruangan yang insyaAllah dirahmati oleh Allah.

Shalawat berbingkai salam kita sampaikan kepada Nabiyullah Muhammad SAW. Mudah-mudahan dengan seringnya bershalawat kita bakal mendapat syafaat beliau di Hari Akhir nanti.

Bapak, Ibu, serta hadirin yang berbahagia,

Jika terdengar kata korupsi, agaknya telinga ini bakal terasa pedih dan hati kita pun bergetar dibuatnya.

Bagaimana tidak, di Bumi Pertiwi ini setiap tahun selalu saja ada pemberitaan tentang korupsi. Mirisnya, uang yang dikorupsi kebanyakan merupakan dana bansos, dana desa, serta dana lain yang sebenarnya diperuntukkan demi kemaslahatan umat.

Lebih sedihnya lagi, ternyata pelaku penggelapan dana ini datang dari orang-orang cerdas dengan gelar akademik yang mentereng.

Hemm. Dari sinilah kita mulai menyadari bahwa tingginya gelar dan ilmu belum tentu menjamin baiknya akhlak dan budi pekerti.

Dalam Islam, istilah korupsi memang tak disebutkan secara terang. Meski begitu, isyarat Al-Quran maupun hadis mengecam keras perbuatan yang berkaitan dengan memakan hal orang lain ini.

Ada istilah ghuhul alias khianat, suht alias suap (memakan yang haram), sarq alias mengambil harta orang lain secara sembunyi-sembunyi, hingga hirabah alias perampasan atas hak (begal).

Hadirin yang berbahagia, bagaimanakah kerugian yang ditimbulkan gara-gara korupsi?

Secara sekilas, kita amat menyadari bahwa korupsi itu bukan saja merugikan diri sendiri melainkan juga merugikan orang banyak.

Terang saja, dana yang digelapkan oleh koruptor merupakan hak masyarakat di mana hak tersebut akan dituntut dan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

Hak adalah sesuatu yang wajib untuk diberikan kepada mereka yang semestinya menerima. Jika tidak disalurkan, berarti kita telah menzalimi mereka.

Kenyataannya, pelaku korupsi akan menderita kerugian baik itu di dunia maupun di akhirat. Di dunia koruptor dicap tercela, pencuri, perampas, dan terhina semasa hidupnya, sedangkan di akhirat mereka akan mendapat siksaan yang pedih.

Salah satu dalil yang menguatnya sebagaimana hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ubadah bin ash Shamit Radhyyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dengan arti, “(karena) sesungguhnya ghulul (korupsi) itu adalah kehinaan, aib dan api neraka bagi pelakunya”.

Nauzubillahi min zalik!

Hadirin yang berbahagia,

Kita sama-sama menyadari bahwa kehidupan di dunia ini begitu keras. Cari kerja susah, cari makan susah, dan cari uang pun susah.

Walau demikian adanya, dunia hanyalah kehidupan sementara yang penuh dengan ujian, sedangkan akhirat adalah tempatnya kehidupan kekal.

Maka dari itulah, mari kita jauhi perbuatan korupsi mulai dari hal terkecil seperti korupsi waktu, korupsi uang jajan, korupsi uang kembalian. Dan semoga dengan menjauhi hal-hal kecil yang tercela, hati kita akan dikuatkan untuk tetap istiqomah dalam kejujuran dan amanah.

Bapak, Ibu, serta hadirin yang berbahagia;

Kiranya demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini. Mohon maaf atas segenap salah, dan saya akhiri dengan pantun:

Anak SD senang pakai dasi
Tapi dasi tak dijual di toko alat berat
Jauhilah perbuatan korupsi
Karena kamu akan rugi dunia akhirat

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

2. Contoh kedua

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat pagi semuanya. Sebagai awalan, marilah kita panjatkan puji syukur atas segala nikmat yang dikaruniakan Allah SWT sehingga pada saat ini kita masih diberi kesehatan untuk tetap dapat beraktivitas.

Shalawat dan salam kita sanjungkan ke haribaan junjungan besar kita, nabi agung, nabi mulia, nabi Muhammad Saw. Dialah sebagai seorang pendobrak dekadensi moral manusia. Melalui jerih payah, pengorbanan, dan perjuangan beliaulah, kita dapat terbebas dari kekufuran, kejahiliyahan dan kehinaan. Demikian halnya, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan untuk keluarganya, para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Atas jerih payah, pengorbanan dan keikhlasan merekalah, cahaya Islam dapat terbit di belahan timur bumi ini, Indonesia, tanpa KKN, tanpa pemaksaan dan tanpa penjajahan.

Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Dahlan yang telah memberikan kesempatan sehingga saya dapat menyampaikan pidato hukum berjudul ‘Negara Melawan Hukum’.

Kata korupsi memang sudah tidak asing lagi bagi kita. Secara harfiah arti kata korupsi adalah mengambil atau mencuri hak yang bukan miliknya dengan memanfaatkan jabatan dan secara sembunyi-sembunyi. Banyak kasus korupsi yang terjadi di negara kita. Salah satunya, yaitu pada saat ini kasus korupsi yang gencar diberitakan di media adalah kasus penggelapan pajak oleh oknum pegawai pajak koruptor yang kita kenal dengan julukan si mafia pajak.

Para hadirin yang saya hormati, 

Kenapa di negara kita ini para koruptor merajalela? Itu karena kurang tegasnya sanksi yang akan diterima. Selain itu, keimanan yang lemah juga menjadi salah satu faktor para koruptor tidak memiliki rasa takut mengambil hak orang lain.

Mereka merasa bahwa perbuatannya di dunia tidak akan dipertanggung jawabkan di akhirat. Padahal, korupsi merupakan salah satu perbuatan yang dibenci oleh Allah karena berseberangan dengan kejujuran.

Salah satu yang harus ditekankan untuk mengatasi hal ini adalah dengan memastikan semua para koruptor ditahan dengan tindakan yang semestinya. Pemerintah juga harus lebih di meningkatkan penjagaan agar tidak terjadi praktik-praktik korupsi lagi. 

Beberapa pelajar di sejumlah daerah di negara kita menyampaikan usul-usul, seperti pemiskinan terhadap para koruptor, pemberian KTP khusus koruptor, dan penegasan kembali terhadap para koruptor

Hadirin yang saya hormati, 

Negara kita tidak memerlukan orang yang hanya memiliki kepintaran saja melainkan orang yang memiliki kejujuran dan jika kepribadian yang besar sehingga tidak mudah terpengaruh orang lain seharusnya kita mementingkan kualitas bukan kuantitas terlalu banyak orang yang pintar tetapi hanya segelintir orang yang memiliki kejujuran.

Padahal, generasi yang unggul haruslah dididik dengan baik, sehingga tidak lahir koruptor-koruptor di masa yang akan datang.

Aksi untuk melawan korupsi harus ditangani dengan serius karena kita semua mengharapkan korupsi akan terkikis lenyap dari negara kita. 

Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Demikian dua contoh pidato tentang korupsi rugi dunia akhirat. Semoga bermanfaat.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut